Saksi Ungkap Aliran Duit Rp 850 Juta dari Kementan untuk Acara Partai NasDem

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 27 Mei 2024
Saksi Ungkap Aliran Duit Rp 850 Juta dari Kementan untuk Acara Partai NasDem

Sidang kasus dugaan korupsi yang menjerat SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/5). (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Staf Khusus mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Joice Triatman dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi yang menjerat SYL di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/5).

Saat bersaksi, Joice yang juga Wakil Bendahara Umum NasDem mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian mengucurkan uang Rp 850 juta untuk acara partai besutan Surya Paloh tersebut.

"Saya mendapatkan perintah dari Pak Menteri untuk berkoordinasi dengan Pak Sekjen, Pak Kasdi untuk perkara pendanaan sebuah acara di Partai NasDem dalam rangka penyerahan formulir Bacaleg DPR RI ke Gedung KPU," kata Joice di persidangan.

Ketua Majelis Hakim Rianto Adam Pontoh menanyakan kepada Joice acara tersebut berlangsung di mana.

"Acara di mana?" tanya hakim. "Di gedung Partai NasDem tahun lalu lalu, Yang Mulia, tahun lalu, tahun 2023," jawab Joice.

"Pencalegan? Sudah mau dekat pemilu?" timpal hakim. "Betul, Yang Mulia," ucap Joice.

Baca juga:

SYL Kirim Bunga untuk Nayunda Nabila Pakai Duit Kementan

Menurut Joice, acara tersebut awalnya butuh anggaran Rp 1 miliar, namun Sekjen Kementan Kasdi Subagyono keberatan dengan nominal tersebut.

"Kasdi keberatan kemudian apa?" tanya hakim. "Sampai disepakati Rp 850 juta," ujar Joice.

"Tawar-menawar, ya?" tanya hakim lagi. "Tidak, hanya satu kali," ujar Joice.

"Akhirnya dari Rp 1 miliar turun menjadi?" timpal hakim. "Rp 850 juta," jawab Joice.

Hakim lantas menanyakan kepada Joice apakah mengetahui sumber uang tersebut. "Tidak tahu, yang jelas dari Kementerian Pertanian," jawab Joice.

Menurut Joice, pengurus NasDem juga mengetahui uang Rp 850 juta itu berasal dari Kementan.

"Apakah pengurus Partai NasDem mengetahui adanya uang ini?" tanya hakim. "Iya Yang Mulia, mengetahui," jawab Joice.

Baca juga:

Tanda Sitaan KPK Rumah SYL di Parepare Ditutupi Orang

"Siapa? Bendahara?” tanya hakim. "Tadi saudara bilang pengurus, pengurusnya siapa?"

"Jadi yang mengetahui waktu itu Pak Sekjen, Pak Hermawi Taslim mengetahui," jawab Joice.

"Itu dari uang Kementerian?" tanya hakim. "Iya," ujar Joice. (Pon)

#Syahrul Yasin Limpo #Kementerian Pertanian #Partai Nasdem #Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Pemerintah merespons penurunan harga ayam dan telur. Kementerian Pertanian pun berharap, SPPG bisa menyajikan menu tersebut tiga kali seminggu.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Indonesia
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Pemerintah menyebut angka tersebut menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan