Saksi Hidup 10 Tahun Jadi Pembantu Jokowi, Luhut: Jangan Mempersulit Pemerintahan Prabowo
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sowan di kediaman Presiden ke-7 Jokowi Solo, Senin (31/3). (Merahputih.com/Ismail)
MerahPutih.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersilaturahmi mendatangani Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), meskipun mantan atasannya itu tidak menggelar open house Lebaran di kediamannya.
Luhut menyambangi kediaman Jokowi dui Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, didampingi sang istri. Pertemuan mereka dengan Jokowi berlangsung selama satu jam.
Setelah keluar dari rumah Jokowi, Luhut menekankan pentingnya menjaga budaya santun dan ramah-tamah. Dia juga menegaskan bersaksi selama menjadi anggota Kabinetu Jokowi dalam pemerintahan selama dua periode tidak ada pelanggaran konstitusi yang dilakukan.
Baca juga:
Luhut Bentuk Tim Kajian Khusus Penghambat Investasi, Masa Kerjanya Cuma 1 Minggu?
"Saya kan pembantu Presiden Jokowi selama 10 tahun, saya saksi hidup. Ya saya ulangi sekali lagi, saya saksi hidup. Dan sebagai tentara, saya tidak melihat ada pelanggaran-pelanggaran secara konstitusi yang dilakukan Presiden Joko Widodo waktu itu,” kata Luhut, kepada awak media, Senin (31/3).
Menurut Luhut, saat ini banyak pengamat yang yang membuat pernyataan tanpa data jelas yang malah membuat keruh kondisi pemerintahan. "Saya harus katakan ini agak keras sedikit karena menurut saya sudah ada terlalu banyak kita keluar koridor yang pengamat-pengamat, yang tanpa data yang jelas, membuat keruh,” ujarnya.
Lebih jauh, Luhut mengingatkan jangan ada yang mempersulit pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini. “Mari kita bantu pemerintahan Presiden Prabowo, jangan ada yang mempersulit,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina