Sahroni Sebut Tak Ada Alasan Kinerja Polri Terhambat dengan Adanya Pesawat
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/6/2023). ANTARA/Melalusa Susthira K
MerahPutih.com- Kebijakan Polri membeli pesawat jenis Boeing 737 800NG dengan registrasi P-7301 dengan harga Rp 995 miliar menuai sorotan. Sebab, harganya yang selangit dan bekas.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, pembelian pesawat oleh Polri ini harus benar-benar perhatikan asas kebermanfaatannya.
Baca Juga:
Beli Pesawat Hampir Rp 1 Triliun, Polri Bantah Untuk Mewah-mewahan
"Bukan untuk gaya-gayaan,” jelas Sahroni kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Kamis (20/7).
Menurut dia, pesawat tersebut harus digunakan untuk menunjang kinerja Polri. Termasuk dalam pelayanan saat bencana alam.
"Kondisi negara kita kan kepulauan. Jadi ruang gerak Polri memang agak sulit jika tidak ada transportasi yang dikhususkan untuk menunjang kegiatannya," ungkap dia.
Karena sudah punya pesawat sendiri, berarti tidak boleh ada cerita kalau kinerja Polri terhambat akibat permasalahan transportasi, terutama untuk kasus bencana alam.
"Pesawat ini harus benar-benar difungsikan untuk membantu penanganan, baik soal pemberangkatan pimpinan, anggota, atau logistik,” imbuh Sahroni.
Bendahara Umum Partai Nasdem ini menilai pembelian pesawat jenis Boeing oleh Polri memang diperlukan untuk menunjang kinerja Polri.
Baca Juga:
Beli Pesawat Bekas Seharga Ratusan Miliar, Polri Nyatakan untuk Pengamanan Pemilu 2024
“Di sisi lain, anggota Polri tersebar di seluruh daerah, terkadang kesiapannya perlu dimonitor langsung oleh pimpinan di pusat,” ujar Sahroni.
Sahroni meyakini Polri sudah melakukan kajian mendalam sebelum membeli pesawat tersebut.
"Jadi saya rasa ini sudah dipertimbangan dengan matang," imbuh dia.
Sekedar informasi, Polri membeli pesawat jenis Boeing 737 800NG dengan registrasi P-7301 dengan harga Rp 995 miliar.
Pengadaan pesawat bekas dari Ceko tersebut guna meningkatkan kinerja kepolisian dalam melayani masyarakat perihal keamanan dan ketertiban
Pesawat bekas itu dibeli Mabes Polri untuk mendukung operasional yang dilakukan sesuai dengan tambahan anggaran mendesak Polri di 2022. (Knu)
Baca Juga:
Black Box Pesawat SAM Air Jatuh di Hutan Pegunungan Papua Belum Ditemukan
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Bareskrim Naikkan Status Perkara Gagal Bayar PT Dana Syariah Indonesia ke Penyidikan
Isu Krusial RUU Perampasan Aset: Sidang Maksimal 60 Hari Kerja, Harta Bisa Disita Sebelum Vonis
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
DPR Mulai Kejar Harta Haram Koruptor Lewat RUU Perampasan Aset
KUHP dan KUHAP Baru Digugat, DPR Ingatkan Mekanisme Konstitusional
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan
Relawan Medis ke Aceh Transit Malaysia, DPR Soroti Mahalnya Harga Tiket Pesawat Domestik
Sejumlah Warga Asrama Polisi di Mampang Terjebak Banjir Besar, Prioritas Evakuasi
Polri Pastikan Layanan Contact Center 110 Diakses Gratis, Masyarakat Bisa Lapor 24 Jam