Kesehatan

Sabun Mandimu Bisa Jadi Penarik Nyamuk

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 16 Mei 2023
Sabun Mandimu Bisa Jadi Penarik Nyamuk

Ada pengaruh dalam penggunaan sabun pada seberapa menariknya tubuhmu bagi nyamuk. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU kamu merasa sering dikerubungi nyamuk, coba cek sabun apa yang kamu pakai. Baru-baru ini, para peneliti menemukan ada pengaruh dalam penggunaan sabun pada seberapa menariknya tubuhmu bagi nyamuk.

Setelah menguji empat sabun untuk badan yang populer, para peneliti di Virginia Tech, Amerika Serikat, menemukan tiga merek yang berpotensi meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk. Sementara itu, ada satu sabun yang kurang disukai serangga penyebar penyakit ini. Intinya ialah nyamuk jelas lebih menyukai sabun beraroma buah dan bunga dan tidak menyukai sabun beraroma kelapa.

BACA JUGA:

Manfaat Sabun dengan Gliserin

Penelitian tersebut menunjukkan seberapa besar mereka menyukai aroma sabun tergantung pada bagaimana sabun berinteraksi dengan aroma badan alami seseorang. Kira-kira 60 persen aroma tubuh seseorang disebabkan sabun yang mereka gunakan jika dibandingkan dengan sekitar 40 persen aroma badan seseorang muncul dari bau badan alami. Demikian menurut para peneliti.

nyamuk
Nyamuk jelas lebih menyukai sabun beraroma buah dan bunga. (Foto: pexels/icon0.com)

Dalam temuan yang dipublikasikan di jurnal iScience, sabun yang diuji adalah Dial, Dove, Native, dan Simple Truth. Mereka dipilih karena merupakan merek yang disukai 53 persen orang di AS, jelas para peneliti dari negara tersebut.

Empat sukarelawan diekstraksi aromanya secara kimia sebelum mandi dan setelah mandi dengan masing-masing dari empat sabun.

Selanjutnya, nyamuk yang dikurung dipaparkan ke berbagai aroma, dan kesukaan mereka dicatat. Nyamuk jelas lebih menyukai aroma sebelum mandi dari beberapa sukarelawan daripada yang lain.

Meskipun demikian, sabun juga memengaruhi daya tarik seseorang terhadap nyamuk. Sabun Dove dan Simple Truth terkadang disukai oleh nyamuk, dengan hasil yang beragam tergantung pada sukarelawan. Itu menunjukkan interaksi antara aroma tubuh sukarelawan dan kimia sabun, tulis para peneliti.

BACA JUGA:

Sabun Mandi bisa Dipakai untuk Cuci Muka?

Selain itu, ditemukan bahwa semua nyamuk tidak menyukai aroma sabun asli.

“Hanya dengan mengubah aroma sabun, seseorang yang sudah menarik nyamuk pada tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata dapat memperkuat atau menurunkan ketertarikan itu lebih lanjut,” kata peneliti dan asisten profesor biokimia Clément Vinauger, PhD, dalam sebuah pernyataan yang diberitakan WebMD (12/5).

Sabun Dial, Dove, dan Simple Truth yang digunakan memiliki aroma buah atau bunga, sedangkan Native memiliki aroma kelapa, lapor para peneliti. Mereka menyarankan bahwa profil aroma minyak kelapa bisa menjadi pencegah nyamuk.

nyamuk
Profil sabun dengan aroma minyak kelapa bisa menjadi pencegah nyamuk. (Foto: freepik/jcomp)

Sabun khusus yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dial Body Wash Marula Oil, Dove Deep Moisture Nourishing Body Wash, Simple Truth Organic Honey Blossom Baby Shampoo & Body Wash, dan Native Coconut and Vanilla Body Wash.

Para peneliti mengatakan mereka berencana untuk memperluas studi mereka untuk memasukkan lebih banyak peserta dan lebih banyak jenis sabun, serta produk beraroma lainnya seperti deodoran dan deterjen.(aru)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Bagikan