MerahPutih.com - Gunung Merapi mengalami erupsi dengan 15 kali mengeluarkan guguran lava pijar pada Rabu (24/11). Guguran lava pijar itu meluncur dengan jarak maksimum sejauh 2.000 meter ke arah barat daya mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.
Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Sementara, warga lereng Gunung Merapi Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengeluhkan kerusakan jalan desa setempat. Jalan sepanjang 6 km tersebut merupakan jalur vital evakuasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi.
Baca Juga:
Gunung Merapi Luncurkan Belasan Kali Guguran Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter
Tokoh masyarakat Desa Sidorejo, Sukiman mengatakan, kerusakan jalan desa ini sudah terjadi selama 11 tahun. Warga dengan segala kemampuan sudah berusaha meminta bantuan pada pihak terkait, tetapi tidak ada hasilnya.
"Saya sampaikan jalan di Desa Sidorejo sepanjang 6 km semuanya rusak parah. Aspal jalan sudah tidak terlihat lagi. Jalan mirip sungai kalau hujan," ujar Sukiman, Rabu (24/11).
Ia mengatakan, jalan yang rusak ini merupakan jalan satu-satunya evakuasi warga saat terjadi erupsi Gunung Merapi.
"Warga yang tinggal di KRB (Kawasan Rawan Bencana) I,II, dan III jalur evakuasinya di sini. Kalau kondisi rusak parah bisa membahayakan warga," ucap dia.
Ia mengatakan, jalan tersebut berstatus jalan milik Pemkab Klaten yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum. Karena masuk jalur vital, kata dia, warga terpaksa melakukan swadaya melakukan pengurukan lubang-lubang jalan dengan tanah dan batu.
"Perbaikan swadaya itu tidak berdampak apa pun. Jalan tetap rusak. Kami minta Pemkab Klaten memperbaiki jalan agar layak dilewati warga," katanya.
Ia mengancam akan melaporkan kerusakan jalan itu pada Presiden Jokowi. Dengan laporan itu diharapkan ada perbaikan.
Baca Juga:
Banjir Lahar Dingin Berpotensi Landa Kawasan Lereng Merapi
Kabid Bina Marga DPUPR Pemkab Klaten Suryanto membenarkan adanya kerusakan jalan evakuasi Gunung Merapi di Desa Sidorejo. Ia mengaku pada APBD 2022 telah menganggarkan dana Rp 5 miliar untuk memperbaiki jalan rusak itu.
"Saya dukung warga yang berniat melaporkan kerusakan jalan itu ke Presiden Jokowi. Dengan demikian, saya berharap pusat bantu berikan dana perbaikan jalan rusak," kata Suryanto.
Ia menambahkan untuk anggaran Rp 5 miliar nanti untuk pembangunan jalan Kaliwuluh-Deles. Suryanto mengungkapkan Pemkab Klaten selama pandemi COVID-19 memangkas anggaran infrastruktur.
"Pembangunan jalan ruas Kaliwuluh-Deles juga selalu kita usulkan baik lewat anggaran APBD maupun Bankeu (Bantuan Keuangan) Provinsi Jawa Tengah," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga: