Rusia Sebut Kiriman Senjata NATO Perpanjang Penderitaan Rakyat Ukraina

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Januari 2023
Rusia Sebut Kiriman Senjata NATO Perpanjang Penderitaan Rakyat Ukraina

Prajurit Angkatan Bersenjata Prancis membawa senjata anti-"drone'. ( (ANTARA FOTO/REUTERS/Charles Platiau/pd/cfo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perancis telah menyampaikan rencana pemberian tank tempur ringan AMX 10-RC untuk Ukraina. Namun, belum jelas kejelasan mengenai tanggal dan detail lain dari pengiriman tersebut.

Pengumuman itu dikeluarkan melalui sebuah pernyataan setelah pembicaraan telepon berlangsung antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Baca Juga:

Rusia Klaim Serangan Balasan Tewaskan 600 Tentara Ukraina

Rusia mengatakan, pasokan tank dari Prancis ke Ukraina tidak akan mengubah situasi di medan perang, tetapi justru dapat memperburuk penderitaan rakyat Ukraina.

"Pengiriman ini dapat menambah rasa sakit bagi rakyat Ukraina dan memperpanjang penderitaan mereka," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Peskov menegaskan, tidak masuk akal untuk berbicara hanya tentang keputusan Prancis karena seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) telah mengalokasikan puluhan miliar dolar ke Ukraina melalui pengiriman senjata.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pembicaraan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Macron, Peskov mengatakan ada "jeda dalam dialog mereka", tetapi dialog terbukti bermanfaat di masa lalu.

Peskov menepis pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov yang mengeklaim bahwa Moskow berupaya menyelesaikan konfliknya dengan Ukraina dan dengan Eropa, seperti penyelesaian isu Korea.

Ia menolak desas-desus tentang gelombang baru mobilisasi di Rusia, dengan mengatakan bahwa informasi itu disebarkan di aplikasi perpesanan Telegram oleh akun anonim.

Paus Fransiskus kembali menyerukan untuk segera diakhirinya perang yang disebutnya "tidak masuk akal" di Ukraina, dan mengupayakan solusi dua negara antara Palestina dan Israel.

Fransiskus mengulangi seruannya untuk melarang penuh penggunaan senjata nuklir dan menekankan bahwa kepemilikan mereka senjata semacam itu "tidak bermoral".

Baca Juga:

Ukraina Klaim Segera Menangkan Perang

#Ukraina #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Indonesia
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Upaya tersebut telah memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Bagikan