Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Beri Banyak Waktu Diplomasi, Trump Tunda Serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk sementara tidak melanjutkan serangan terhadap Iran. Penundaan ini guna memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi.

Laporan Wall Street Journal, mengutip pejabat AS, menyebutkan bahwa Trump menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS pada Jumat (22/5) pagi untuk membahas langkah selanjutnya terkait Iran, namun belum mengambil keputusan resmi.

Pemimpin AS itu, menurut laporan tersebut, mengatakan kepada sejumlah pejabat tinggi itu bahwa ia ingin memberi lebih banyak waktu agar proses diplomasi dapat dilaksanakan.

Namun, laporan media Amerika lainnya menunjukkan situasi yang tampaknya berbeda, dengan Trump disebut sedang mempertimbangkan secara serius serangan baru terhadap Iran.

Baca juga:

Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran

Selain itu, sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.

Memorial Day (Hari Peringatan) adalah hari libur federal di AS yang diperingati setiap tahun pada hari Senin terakhir bulan Mei. Hari ini didedikasikan khusus untuk menghormati dan mengenang para pria dan wanita yang gugur saat bertugas di militer AS.

Memorial Day pada awalnya dikenal sebagai Decoration Day (Hari Dekorasi), tradisi ini dimulai setelah Perang Saudara Amerika (American Civil War) pada akhir abad ke-19. Tujuannya adalah untuk menghias dan meletakkan bunga di makam para tentara yang gugur di medan perang. Pada tahun 1971, Kongres menetapkannya sebagai hari libur resmi nasional.

Warga AS memperingati Memorial Day dengan cara mengheningkan cipta nasional pada pukul 15:00 waktu setempat, warga Amerika di seluruh penjuru negeri berhenti sejenak selama satu menit untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah berkorban.

Selain itu dilakukan juga upacara militer dan parade. Banyak kota di AS menyelenggarakan parade, dan para pejabat meletakkan karangan bunga di makam para pahlawan, khususnya di Pemakaman Nasional Arlington. Warga juga banyak yang mengunjungi makam keluarga atau kerabat yang pernah bertugas di militer.

#Perang #Iran #Amerika Serikat #Perjanjian Nuklir
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan