Rusia Bakal Kirim Biji Bijian Gratis ke Negara di Afrika

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Juli 2023
Rusia Bakal Kirim Biji Bijian Gratis ke Negara di Afrika

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Ruhakana Rugunda, Utusan Khusus Presiden Uganda. (Foto: ANTARA/Yevgeny Biyatov /Host agen foto RIA Novosti via REUTERS/pri).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rusia telah menolak memperpanjang masa perjanjian pengiriman biji bijian dari laut hitam. Moskow mengacu pada penghapusan hambatan ekspor produk pupuknya, termasuk agar Bank Pertanian Rusia dimasukkan dalam sistem pembayaran internasional SWIFT.

Kesepakatan biji-bijian Laut Hitam ditandatangani di Istanbul pada Juli 2022 untuk menciptakan menciptakan koridor aman ekspor pangan dari tiga pelabuhan Ukraina yang ada di Laut Hitam.

Baca Juga:

Tiongkok Meminta Rusia Kembali Kejalur Kesepakatan Biji-Bijian Laut Hitam

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan, Moskow akan memasok biji-bijian secara gratis ke enam negara Afrika, dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

"Kami akan siap dalam beberapa bulan mendatang, dalam tiga hingga empat bulan ke depan, untuk menyediakan 25.000 hingga 50.000 ton biji-bijian gratis untuk Burkina Faso, Zimbabwe, Mali, Somalia, Republik Afrika Tengah, dan Eritrea," kata Putin.

"Kami juga akan sediakan pengiriman gratis produk-produk ini kepada konsumen," tutur dia, menambahkan.

Dia mengatakan, paradoks sedang muncul, ketika negara-negara Barat menghalangi pasokan biji-bijian dan pupuk Rusia namun secara munafik menuduh Moskow sebagai biang keladi krisis saat ini yang melanda pasar pangan dunia.

"Pendekatan ini terbukti terutama dalam implementasi kesepakatan biji-bijian, yang diakhiri dengan partisipasi Sekretariat PBB dan pada awalnya ditujukan untuk memastikan keamanan pangan global, mengurangi ancaman kelaparan, dan membantu negara-negara termiskin, termasuk di Afrika,” kata Putin.

Ia mengatakan ekspor biji-bijian dari Ukraina selama pemberlakuan Prakarsa Biji-Bijian Laut Hitam mencapai total 32,8 juta ton, yang lebih dari 70 persen di antaranya dikirim ke negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas.

Putin mengatakan, pangsa negara-negara seperti Ethiopia, Sudan, dan Somalia menyumbang kurang dari tiga persen dari total biji-bijian yang diekspor atau kurang dari satu juta ton biji-bijian.

“Tidak ada ketentuan kesepakatan mengenai penarikan sanksi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia ke pasar dunia yang dipenuhi. Tidak ada. Hambatan juga muncul untuk transfer pupuk mineral gratis oleh kami ke negara-negara termiskin yang membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, Presiden Rusia berharap Uni Afrika (AU) dapat menjadi anggota G20 pada awal September selama KTT organisasi tersebut di India.

Putin mengatakan Rusia adalah salah satu negara pertama yang menanggapi secara positif inisiatif tahun lalu yang diajukan oleh Presiden Senegal untuk memberikan Uni Afrika keanggotaan penuh dalam G20.

"Kami berharap keputusan ini akan dibuat paling cepat pada September selama KTT G20 di New Delhi,” kata Putin dalam pertemuan dengan Ketua AU Azali Assoumani dan Ketua Komisi AU Moussa Faki Mahamat di St. Petersburg.

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 20 negara dengan perekonomian besar di dunia. G20 terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).

Anggota G20 meliputi Afrika Selatan, AS, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Prancis, China atau Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. (*)

Baca Juga:

Rusia Berikan Waktu 90 Hari ke PBB Normalisasi Ekspor Produk Pertanian

#Rusia #Pemulihan Ekonomi #Inflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Bagikan