MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/4) melemah 70 poin atau 0,41 persen menjadi Rp 17.105 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.980 per dolar AS.
Sementara, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada bergerak melemah ke level Rp 17.092 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.037 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan ini dipengaruhi potensi eskalasi di Timur Tengah antara AS dengan Iran.
“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz," katanya.
Baca juga:
BI Keluarkan Jurus-Jurus Moneter Cegah Rupiah Terus Anjlok di Atas Rp 17.000
Ia mengatakan, gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak.
Selain itu, Investor juga menunggu data inflasi AS penting yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan petunjuk tentang suku bunga Fed.
Iran dikabarkan menolak proposal dari AS untuk melakukan gencatan senjata selama 45 hari dan pembukaan Selat Hormuz secara bertahap, bersamaan dengan negosiasi lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi.
Iran enyerukan penghentian permusuhan secara permanen, jaminan yang mengikat terhadap serangan di masa mendatang, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan.