Rupiah Melemah Tipis Terhadap Dolar Amerika
ilustrasi (Foto Setkab)
MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (13/10) pagi, bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp 13.496. Sebelumnya, rupiah berpada posisi Rp 13.495 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di tengah investor menantikan data inflasi Amerika Serikat untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed pada tahun ini.
"Fokus investor tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang sementara ini dipandang optimis oleh pasar sehingga membuat dolar AS cenderung menguat di sesi Asia pagi ini," katanya di Jakarta, Jumat (13/10) seperti dikutip Antara.
Ia menambahkan bahwa jika data Amerika Serikat itu dirilis sesuai atau lebih baik dari ekspektasi tentu akan memperkuat sentimen untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember tahun ini yang akhirnya mendorong dolar AS lebih tinggi.
Selain itu, lanjut dia, sentimen dari Departemen Tenaga Kerja AS yang melaporkan indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik 0,4 persen pada September turut menopang dolar AS. Dalam periode 12 bulan hingga September, indeks harga produsen telah naik 2,6 persen. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah Seiring Periode Blackout The Fed
Langkah BI Stabilkan Rupiah di Tengah Ketegangan Aksi Demo
Kebijakan Bank Sentral AS Bikin Rupiah Melemah, Tarif Trump Bakal Dorong Inflasi
Sepekan Terakhir, Modal Asing Rp 2,36 Triliun Bersih Masuk Indonesia Dorong Rupiah Menguat Tipis
Tekanan Trump ke Bank Sentral Amerika Bikin Rupiah Menguat
DPR Puji Langkah Taktis BI Hingga Rupiah Kokoh di Level Rp16.700, Pasar Keuangan Aman Terkendali
Dolar AS Tersungkur, Rupiah Terbang Tinggi Berkat Keputusan Kontroversial Trump!
Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, Ketua DPR Dorong Ada Mitigasi
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Tembus Rp16.849
Rupiah Melemah pada Penutupan Perdagangan Selasa (25/3), Proteksionisme Global dan Sentimen Domestik Dianggap Jadi Biang Kerok