Rupiah Longsor di Akhir Pekan, Ambles 50 Poin ke Rp 17.717 per Dolar

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Rupiah Longsor di  Akhir Pekan, Ambles 50 Poin ke Rp 17.717 per Dolar

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (23/5). Rupiah terkoreksi 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp 17.717 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.667 per dolar AS.

Baca juga:

DPR Yakin Rupiah yang Melemah bakal kembali Menguat setelah Pidato Presiden Prabowo

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai pelemahan ini dipicu ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve (The Fed) akan bertahan lebih lama.

Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama,

Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa

Sentimen Global dan Domestik

Selain faktor kebijakan moneter AS, rupiah juga tertekan oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama negosiasi AS–Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta fluktuasi harga minyak dunia. Kondisi ini mendorong sentimen risiko global dan memperkuat dolar AS.

Baca juga:

Rupiah Terus Anjlok, BI Batasi Pembelian Dolar Maksimal US$ 25 Ribu Berlaku Juni

Indeks dolar AS (DXY) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi variabel penting yang memengaruhi arah rupiah. Namun dilansir Antara, tekanan diperkirakan tidak terlalu dalam setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur 19–20 Mei 2026.

Langkah BI Menjaga Stabilitas

Kebijakan BI tersebut dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.

Sentimen dalam negeri kini tertuju pada strategi lanjutan BI, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan upaya menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.

Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa juga akan turut menentukan arah rupiah,

Research and Development ICDX Muhammad Amru Syifa

(*)

#Kurs Rupiah #Rupiah #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Geliat rupiah sepanjang hari ini bakal sangat dipengaruhi oleh rilis Neraca Pembayaran Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Indonesia
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Di lantai bursa uang, nilai tukar rupiah terpantau adem ayem tanpa pergeseran angka signifikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak seirama menuju tren positif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Agustus 2026
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Indonesia
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Digitalisasi dan penggunaan rupiah secara fisik akan terus dikembangkan secara bersamaan guna memberikan pilihan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Bagikan