Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom

Pecahan seratus ribu rupiah di atas uang dolar AS, pada pusat uang tunai sebuah bank di Jakarta. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pergerakan kurs Rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8) dengan ritme tenang.

Kurs rupiah tercatat bertahan kokoh pada angka Rp17.748 per dolar AS, bergerak datar tanpa perubahan poin dari posisi penutupan sebelumnya.

Konstelasi pasar uang domestik tampaknya masih menanti arah angin dari deretan data ekonomi terkini.

Baca juga:

Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini

Geliat rupiah sepanjang hari ini bakal sangat dipengaruhi oleh rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 oleh Bank Indonesia.

Informasi tepercaya dari Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengonfirmasi bahwa pelaku pasar sedang mencermati rilis indikator makro tersebut.

Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2Q26 hari ini,

jelas Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede saat memberikan keterangan proyeksi pasar.

Faktor Pendorong Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan

Kondisi transaksi berjalan Indonesia berpotensi menghadapi tekanan cukup tebal. Estimasi analisis menunjukkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) melonjak ke angka 3,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini meningkat signifikan jika membandingkan capaian kuartal I-2026 yang berada di posisi 1,09 persen dari PDB.

Beberapa pemicu utama yang menahan laju penguatan rupiah antara lain:

  • Musim Pembayaran Imbal Hasil: Lonjakan pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada investor non-residen yang rutin terjadi secara musiman.

  • Kinerja Neraca Barang Memburuk: Tekanan bertambah akibat catatan defisit neraca perdagangan selama periode Mei dan Juni 2026.

  • Aktivitas Pasar Keuangan Global: Pelaku pasar cenderung membatasi posisi transaksi besar sebelum angka resmi NPI terpublikasi.

Sentimen Pembelian Kembali Surat Utang AS (Buyback)

Kondisi eksternal sedikit memberi angin segar bagi mata uang negara berkembang. Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program pembelian kembali (buyback) surat utang jangka panjang.

Kebijakan ini bertujuan menekan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun AS yang sempat melonjak ke titik tertinggi dalam 20 bulan terakhir.

Baca juga:

Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji

Penurunan imbal hasil obligasi otomatis mengikis daya tarik dolar AS di mata investor global. Kombinasi faktor domestik dan dinamika luar negeri ini memicu proyeksi bahwa pergerakan rupiah hari ini akan bergerak moderat dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS.

Rangkuman Proyeksi Pasar Valas

Indikator Finansial Posisi / Proyeksi Nilai Catatan Kunci
Kurs Pembukaan Rp17.748 per Dolar AS Bergerak datar (0,00%)
Estimasi Proyeksi Hari Ini Rp17.700 – Rp17.825 per Dolar AS Dipengaruhi rilis data BI
Proyeksi Defisit CAD (2Q26) 3,09% terhadap PDB Naik dari 1,09% (1Q26)
Sentimen Utama Asing Buyback Obligasi AS Melemahkan daya pikat Dolar AS
#Rupiah #Kurs Rupiah #Harga Rupiah #Dolar AS
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Geliat rupiah sepanjang hari ini bakal sangat dipengaruhi oleh rilis Neraca Pembayaran Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Alasan Kurs Rupiah Jalan di Tempat Pagi Ini Versi Ekonom
Indonesia
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Di lantai bursa uang, nilai tukar rupiah terpantau adem ayem tanpa pergeseran angka signifikan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Indonesia
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak seirama menuju tren positif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Agustus 2026
Rupiah Ngamuk Pagi Ini Berbarengan dengan Meroketnya IHSG, Dolar AS Kehilangan Taji
Indonesia
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Digitalisasi dan penggunaan rupiah secara fisik akan terus dikembangkan secara bersamaan guna memberikan pilihan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Ingat! Uang Digital Tidak Gantikan Uang Kartal
Indonesia
Rupiah Ngamuk Cuma Sehari, Selasa Ditutup Loyo Anjlok 106 Poin Tembus Rp 17.861 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.861 per dolar AS setelah harapan pembukaan Selat Hormuz pupus akibat konflik Iran-AS.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Rupiah Ngamuk Cuma Sehari, Selasa Ditutup Loyo Anjlok 106 Poin Tembus Rp 17.861 per Dolar AS
Indonesia
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Laporan resmi Bank Indonesia mencatat angka IKK periode Juli 2026 berada pada posisi 116,8, menurun dari capaian 117,8 pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Rupiah Mengamuk Tembus Rp17.755 Per Dolar AS, Isu Selat Hormuz dan Surpres Prabowo Jadi Pemicu Utama
Indonesia
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Pergerakan cerah ini juga diikuti oleh deretan saham unggulan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Agustus 2026
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Rupiah Meringsek Lemah
Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Bagikan