Rupiah Jeblok, IHSG Mendatar

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 07 September 2015
Rupiah Jeblok, IHSG Mendatar

Petugas menghitung pecahan Dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (12/8). (Foto Antara/Rivan Awal Lingga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Keuangan-Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka langsung jeblok di angka Rp14.200-an per dollar AS. Ketidakpastian the Fed akan mengambil keputusan terkait penetapan suku bank mempengaruhi perekonomian di Asia.

Menurut data Bloomberg, Senin (7/9) rupiah pagi ini dibuka di posisi Rp14.233 per dollar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 61 poin atau setara 0,43 persen. Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan di posisi Rp14.229 per dollar AS.  Rupiah turun  83 poin atau 0,59 persen dibandingkan sebelumnya di Rp14.146 per dollar AS. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar hari ini berada di kisaran Rp14.113-Rp14.310 per dollar AS. 

Menurut Rangga Cipta dari Samuel Sekuritas mata uang rupiah masih dipengaruhi penguatan dolar di pasar global seiring pelemahan mata uang negara-negara di Asia. 

"Isu perlambatan ekonomi domestik juga memperburuk daya tarik rupiah terutama setelah angka pertumbuhan kredit diumumkan kembali melambat di Agustus," ujarnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan pagi ini seiring anjloknya sektor infrastruktur. IHSG dibuka melemah 18,12 poin atau 0,4 persen di 4.397,22. Sementara indeks LQ45 turun 4,64 poin atau 0,6 persen menjadi 745,21, Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,35 poin atau 0,7 persen menjadi 584,79, indeks IDX30 turun 2,38 poin atau 0,6 persen menjadi 388,67 dan saham MNC36 turun 1,27 poin atau 0,5 persen menjadi 236,9.

Infrastruktur merupakan sektor yang paling lemah pada perdagangan pagi ini. Sektor ini memimpin penurunan terendah dengan 1,3 persen. Riset PT Korindo Securites memperkirakan IHSG akan bergerak mendatar setelah akhir pekan lalu berkurang 17 poin. 

"Pada perdagangan IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.325-4.365 dan resisten 4.465-4.478," demikian rilis yang dipublikasikan Korindo. 

Untuk diketahui, IHSG Jumat (4/9) ditutup turun 0,4 persen atau 17,77 poin ke level 4.415,34. Indeks 45 saham unggulan, atau LQ-45 melemah 0,44 persen ke level 749,84. Adapun indeks Investor33 turun 0,36 persen ke level 309,79. (Luh)

Baca Juga:

Harga Emas Antam Diperdagangkan Rp557.000 per Gram

Arloji 1,7M Hiasi Lengan, Setya Novanto Kembali Buat Kontroversi

Rasio Gini Meningkat Bisa Picu Revolusi

#IHSG #Rupiah Melemah
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah 23 Poin ke Rp 16.865 per Dolar AS, IHSG Longsor Parah Hingga Dua Persen
Kondisi ini mencerminkan tekanan berat pada aset domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Rupiah Melemah 23 Poin ke Rp 16.865 per Dolar AS, IHSG Longsor Parah Hingga Dua Persen
Indonesia
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Selain peningkatan batas investasi dapen dan perusahaan asuransi, reformasi juga mencakup kebijakan peningkatan minimal free float saham menjadi 15 persen serta rencana demutualisasi BEI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
IHSG Anjlok Bikin Investasi Dana Pensiun Dinaikkan, Menko Airlangga Klaim Dalam Batas Aman
Indonesia
IHSG Anjlok, Mensesneg Tegaskan Prabowo Tetap Tenang dan Fokus Cari Solusi
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah Presiden RI, Prabowo Subianto, marah melihat IHSG anjlok. Ia menegaskan, Prabowo tetap fokus cari solusinya.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
IHSG Anjlok, Mensesneg Tegaskan Prabowo Tetap Tenang dan Fokus Cari Solusi
Indonesia
IHSG Senin Pagi Kembali Anjlok, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Otoritas Bursa dengan MSCI
OJK bersama BEI akan menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), Senin (2/2) sore, untuk meredam gejolak pasar saham.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Februari 2026
IHSG Senin Pagi Kembali Anjlok, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Otoritas Bursa dengan MSCI
Indonesia
Redakan Gejolak IHSG, OJK Janji Penuhi Rekomendasi MSCI
Pertemuan akan difokuskan pada konfirmasi kesiapan OJK dan SRO beserta rencana implementasi atas berbagai masukan dari MSCI.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Februari 2026
Redakan Gejolak IHSG, OJK Janji Penuhi Rekomendasi MSCI
Indonesia
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
Sebelumnya, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
Indonesia
Pejabat Otoritas Bursa dan Keuangan Mundur, Ini Kata Pengamat
pimpinan baru di BEI maupun jajaran OJK dapat merealisasikan kebijakan yang pro-market, termasuk komitmen untuk menaikkan batas minimal saham publik atau free float menjadi 15 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat Otoritas Bursa dan Keuangan Mundur, Ini Kata Pengamat
Indonesia
'Gorengan' Saham Bikin IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Bergerak Cari Unsur Pidana
. Hal ini terungkap dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang mengungkit dugaan adanya saham gorengan saat IHSG anjlok.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
'Gorengan' Saham Bikin IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Bergerak Cari Unsur Pidana
Indonesia
DPR Apresiasi Mundurnya Dirut, BEI Perlu Pemimpin Paham Dinamika Global
IHSG merupakan tolok ukur utama kondisi pasar dan ekonomi bangsa yang tidak hanya berdampak pada investor domestik, tetapi juga menjadi cerminan kepercayaan pasar internasional
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
DPR Apresiasi Mundurnya Dirut, BEI Perlu Pemimpin Paham Dinamika Global
Indonesia
Defisit APBN 2025 Tembus 2,92 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Pasar Modal Tetap Aman
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot hingga 8 persen ke level 7.654,66
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Defisit APBN 2025 Tembus 2,92 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Pasar Modal Tetap Aman
Bagikan