Rumah Sakit Apung dr. Lie Jilid 2 Siap Kembali Berlayar

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 08 September 2022
Rumah Sakit Apung dr. Lie Jilid 2 Siap Kembali Berlayar

Kapal RSA dr. Lie Dharmawan II. (Foto: merahputih.com/Andreas Pranatalta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH karam pada 17 Juni 2021 lalu, semangat dr. Lie Dharmawan untuk terus mengupayakan kesetaraan pelayanan medis di berbagai wilayah pelosok Indonesia tak pernah padam. Sebab, hari ini terbukti Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan II diresmikan dan siap kembali berlayar.

Kapal kedua dr. Lie itu diresmikan di Pelabuhan Muara Karang, Kamis (8/9). Turut dihadiri berbagai tokoh negara, seperti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, Penasihat Doctor Share Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Togar Manatar Sianipar, M.Si, Letnan Jenderal TNI dr. Albertus Budi Sulistya, Sp.THT-KL (K)., M.A.R.S., hingga Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada dr. Lie Dharmawan yang telah mendedikasikan ilmu dan tenaganya untuk tugas yang mulia ini. Tentu beserta Ibu (istri dr. Lie), karena bila ini tidak didukung istri pasti semuanya sudah berantakan," kata Yasonna sambil bergurau.

Ia menyoroti kesenjangan tenaga dan fasilitas medis di berbagai daerah di Indonesia, dan isu itu perlahan tapi pasti berhasil diatasi oleh aksi nyata dr. Lie melalui RSA miliknya yang menjangkau berbagai daerah tertinggal dan terluar, dengan fasilitas kesehatan yang bahkan bisa setara dengan rumah sakit darat.

Baca juga:

Merah Putih Kasih Foundation Beri Bantuan Rp 3 Miliar untuk RSA dr Lie yang Karam

Lexyndo Hakim mewakili Yayasan Merah Putih Kasih Peduli dalam peresmian RSA dr. Lie. (Foto: merahputih.com/Andreas Pranatalta)

Sementara Togar berharap nantinya akan ada generasi muda yang bisa memiliki niat dan kemampuan seperti dr. Lie, untuk mengarungi luasnya lautan Indonesia dan dengan tulus hati memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia yang tidak bisa menjangkau fasilitas kesehatan optimal.

"Wilayah kita sangat luas dan masyarakat kita di daerah terpencil juga banyak sekali. Ini (RSA dr. Lie) sudah berjalan selama belasan tahun, dan ini merupakan partisipasi yang sangat luar biasa dari sektor swasta untuk membantu pemerintah memajukan sektor kesehatan," jelas Togar.

Senada dengan Yasonna, Albertus mengatakan gerakan filantropis yang dilakukan dr. Lie telah secara signifikan memajukan sektor medis di Tanah Air.

"Apa yang dilakukan dr. Lie ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bagian niat baik semesta. Mungkin ada penduduk-penduduk yang belum mengenal pemerintah pusat, fasilitas kesehatan, tapi melalui RSA ini mereka bisa mengenal negara Indonesia yang kita banggakan," tuturnya.

Baca juga:

Dokter Lie Dharmawan Jagoan Negeri Aing, Melayani Kesehatan Sampai Pulau Terluar

Turut dihadiri berbagai tokoh kenamaan negara. (Foto: merahputih.com/Andreas Pranatalta)

Tentu kapal RSA dr. Lie jilid II bisa terwujud tak lekang dari kontribusi berbagai pihak yang memiliki visi sama namun terbatas oleh berbagai situasi dan kondisi. Salah satunya ialah Yayasan Merah Putih yang turut menjadi kontributor dalam terwujudnya kapal tersebut yang akan membantu meneruskan segala niat baik dr. Lie.

Mewakili Yayasan Merah Putih Kasih Peduli, Lexyndo Hakim turut hadir pada kesempatan peresmian kapal itu, sebagai bentuk kesatuan visi dengan dr. Lie yang ingin membawa fasilitas kesehatan terbaik untuk masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

Adapun kapal itu disebut dr. Lie akan segera berlayar bulan ini, dengan pemberhentian pertama di Pulau Alor dalam beberapa waktu mendatang. Kemudian, RSA dr. Lie itu akan melanjutkan perjalanan ke wilayah Timur Indonesia, seperti NTB, Maluku, Maluku Utara, hingga ke Papua.

"Nanti kru kapal itu akan ada enam orang, dan tenaga medisnya ada sekitar 25-30 orang, total ada sekitar 30 orang yang berlayar mengarungi lautan Indonesia," jelas dr. Lie. (waf)

Baca juga:

Masa PPKM Darurat, MPKF Sumbang 30 Ton Beras ke Pemkab Tangerang untuk Masyarakat

#Kesehatan #Rumah Sakit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan