Rumah Adat Sasadu asal Maluku Cerminan Filosofi Keterbukaan dan Kebersamaan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 November 2024
Rumah Adat Sasadu asal Maluku Cerminan Filosofi Keterbukaan dan Kebersamaan

(Foto: kapita.malutprov.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - RUMAH adat Sasadu merupakan rumah adat masyarakat Maluku. Keberadaannya dangat penting dalam kehidupan masyarakat adat, salah satunya mengumpulkan kepentingan bersama antarkomunitas adat.

Rumah Sasadu milik masyarakat adat suku Sahu di Halmahera Barat. Konstruksi bangunan rumah adat ini sangat sederhana, hampir keseluruhan material bangunan mengandalkan sumber dari alam. Penampakan luar rumah adat Sasadu terlihat lebar. Bentuk atapnya limas membuatnya bisa melindungi banyak orang yang berteduh di dalamnya. Atapnya juga hampir menyentuh lantai bangunan.

Atap rumah Sasadu dibuat dengan kayu, konstruk­sinya dengan kumpulan anyaman daun sagu yang dapat menghalau terik matahari dan menghindari dari basah air hujan. Menariknya, tiang antarbangunan Sasadu tidak ada menggunakan material besi atau tembaga guna mengkokohkan bangunan. Masyarakat adat cukup menggunakan pasak kayu untuk mengaitkan satu tiang dengan yang lainnya.

Selain itu, rumah adat Sasadu juga punya lantai yang tidak tinggi alias tidak berbentuk panggung laiknya kebanyakan rumah ada masyarakat Indonesia. Untuk dinding bangunan, rumah Sasadu tidak berdinding utuh sehingga memiliki ruang ventilasi udara yang bebas.

Baca juga:

Ukuwala Mahiate, Tradisi Ekstrem dari Tanah Maluku


Pada bagian pingggir dinding, ada semacam dudukan mengikuti pola bangunannya yang hampir melingkar, tempat masyarakat yang hadir bisa duduk di sana. Rumah Sasadu biasanya diberi ornamen berupa kain berwarna merah dan putih di beberapa sambungan bangunan.

Keberadaan rumah Sasadu memang bukan untuk ditinggali sehari-hari, rumah ini lebih tepatnya ibarat balai yang digunakan masyarakat untuk bermusyawarah dan berdiskusi.

Masyarakat adat biasanya mengunjungi rumah Sasadu saat menyangkut hajat penting banyak orang. Misalnya merayakan pesta syukuran alias Sa’ai lamo (pesta syukuran adat atas hasil panen yang melimpah, untuk kegiatan makan bersama, menari bersama, edukasi nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal agar tetap lestari). Rumah Sasadu juga dijadikan tempat ibadah, upacara adat seperti Sa’ai mango’a (pesta adat setelah menabur benih padi).

Kendati sederhana dan tidak berhias material mewah, Sasadu sarat nilai filosofis. Kontruksi bangunan dengan ruang terbuka berarti melambangkan keterbukaan, kestabilan, dan kearifan dari masyarakat Maluku.

Rumah Sasadu yang berbentuk limas bermakna bahwa setiap orang boleh mengunjungi rumah Sasadu dari segala penjuru dan akan dilayani sebaik mungkin. Struktur atap yang hampir menyentuh lantai memaksa pengunjung menundukan kepala berartikan orang harus harus patuh dan menaati adat setempat.

Ornamen kain menandakan toleransi dan keberagaman umat beragama di Maluku. Biasanya representasi keyakinan dikaitkan dengan agama Kristen dan Islam. Artinya bagaimana agama ini hidup berdampingan secara harmonis di Halmahera Barat.(tka)


Baca juga:

Memahami 'Perahu Doti', Ilmu Hitam Asal Maluku

#Maluku #Maluku Utara
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Indonesia
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi Pagi Ini, Tinggi Letusan hingga 1,4 Kilometer
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara kembali mengalami erupsi, Senin (20/4) pagi ini.
Frengky Aruan - Senin, 20 April 2026
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi Pagi Ini, Tinggi Letusan hingga 1,4 Kilometer
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Suap Tambang Malut, Buka Peluang Jerat Pemberi Izin
KPK menyelidiki dugaan suap izin tambang di Maluku Utara, pengembangan kasus AGK. Peluang menjerat pihak pemberi suap terbuka.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
KPK Dalami Dugaan Suap Tambang Malut, Buka Peluang Jerat Pemberi Izin
Indonesia
Situasi Kamtibmas Memanas, Polri Kerahkan ‘Pasukan Khusus’ ke Papua Tengah dan Maluku Utara
Polri menyiapkan berbagai satuan tugas dengan komposisi beragam. Sebanyak 100 personel Brimob ditugaskan khusus ke Papua Tengah.
Dwi Astarini - Minggu, 05 April 2026
Situasi Kamtibmas Memanas, Polri Kerahkan ‘Pasukan Khusus’ ke Papua Tengah dan Maluku Utara
Indonesia
Konflik Terjadi di Maluku Utara dan Papua Tengah, Polisi Kirim Tambahan Ratusan Personel
Selain pengerahan personel gabungan, Polri juga mengedepankan pendekatan soft approach dan penegakan hukum tegas dalam menghadapi situasi di kedua wilayah tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 April 2026
Konflik Terjadi di Maluku Utara dan Papua Tengah, Polisi Kirim Tambahan Ratusan Personel
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, Prabowo: Penyelamatan Warga Prioritas
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Sulut dan Malut. Presiden Prabowo menegaskan penyelamatan warga jadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, Prabowo: Penyelamatan Warga Prioritas
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, BNPB Gerak Cepat Kirim Tim dan Siapkan Evakuasi
Gempa magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BNPB bergerak cepat kirim tim, siapkan evakuasi dan bantuan bagi warga terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut-Malut, BNPB Gerak Cepat Kirim Tim dan Siapkan Evakuasi
Indonesia
Gempa Maluku Utara, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Masuk Gedung dan Rumah Terdampak
Warga diminta memeriksa kembali struktur bangunan apabila mengalami kerusakan retak struktur.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Gempa Maluku Utara, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Masuk Gedung dan Rumah Terdampak
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Gempa M 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BMKG ungkap penyebab, dampak kerusakan, dan potensi tsunami hingga 3 meter.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Indonesia
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Saat kini, kondisi keamanan di Desa Fiditan dilaporkan telah kembali kondusif meski aparat masih disiagakan untuk mencegah konflik susulan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Bagikan