RS di Spanyol Masukkan Anjing ke Ruang ICU sebagai Terapi untuk Pasien

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 20 April 2024
RS di Spanyol Masukkan Anjing ke Ruang ICU sebagai Terapi untuk Pasien

Ilustrasi terapi anjing di ruang ICU (intensive care unit). (Foto: YouTube/VOA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Joel Bueno (34), pasien ICU (intensive care unit) di Rumah Sakit del Mar Barcelona, Spanyol, terbaring lemah di ranjangnya. Wajahnya lesu. Kemudian dia kedatangan pembesuk: seekor anjing.

Wajah Bueno berubah seketika. Dia terlihat lebih cerah hingga akhirnya menitikkan air mata kebahagiaan saat anjing itu memasuki unit perawatan intensif tempat dia dirawat karena pembekuan darah.

Bueno mengatakan bahwa kedatangan anjing itu mengingatkan pada anjingnya sendiri di kampung halaman.

“Senang rasanya memiliki seseorang yang mencintai Anda lebih dari apa pun di dunia ini,” katanya kepada reuters.com sambil tersenyum lebar (20/4).

Baca juga:

Terapi Oksigen Dapat Diterapkan pada Anak

“Mereka memberikan segalanya untuk Anda, tidak peduli bagaimana Anda bersama mereka,” lanjut Bueno.

Kunjungan anjing tersebut merupakan bagian dari uji coba yang diluncurkan oleh Rumah Sakit del Mar di Barcelona dan Affinity Foundation, yang berspesialisasi dalam terapi hewan peliharaan, untuk meningkatkan kesejahteraan emosional pasien di ICU.

Pasien dalam program ini menerima dua kunjungan anjing tiap minggu, masing-masing 15 hingga 20 menit.

“Untuk saat ini hanya persepsi saja, tapi bagi kami tampaknya ada manfaatnya bagi pasien,” kata Lucia Picazo, dokter ICU.

Baca juga:

Jungkook BTS Bikin Akun Instagram untuk Bam, Anjing Peliharaannya

Proyek ini akan menganalisis sampel air liur yang dikumpulkan dari pasien sebelum dan sesudah sesi terapi untuk memeriksa apakah indikator stres seperti kortisol menurun, sementara indikator yang terkait dengan kesejahteraan seperti oksitosin dan serotonin meningkat.

Bukan hanya pasien saja yang mendapat manfaat dari proyek ini. Banyak staf di unit gawat darurat juga menikmati kehadiran anabul itu sehingga menjalin ikatan baru dengan mereka. Demikian keterangan Maribel Vida, yang memimpin proyek terapi hewan Affinity.

Bueno tidak meragukan manfaat uji coba ini. Berita bahwa beberapa anjing mungkin mampir untuk berkunjung sudah memberikan suntikan semangat. (dru)

Baca juga:

Anjing Ternyata Memahami Kata-Kata Manusia Lebih Dari Yang Kita Duga

#Kesehatan #Anjing
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Indonesia
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Pramono berharap regulasi ini dapat berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Bagikan