MerahPutih Politik - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi muktamar Surabaya, M. Romahurmuziy (Romi) menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengerahkan ratusan massa untuk menduduki dan mengambil alih kantor PPP yang terletak di jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
"Tidak betul telah terjadi perusakan, apalagi penyerangan atas kantor DPP PPP," kata politisi yang akrab disapa Romi dalam keterangan pers kepada redaksi, Kamis (4/12).
Bekas staff khusus Suryadharma Ali menambahkan bahwa pengerahan massa PPP kubunya pada Selasa lalu (2/11), sama sekali tidak berniat anarkis.
Dari awal sambung Romi DPP PPP mengedepankan cara bermartabat dalam mengelola partai. Tapi justru kantor terus diduduki oleh kubu Suryadharma Ali dan Djan Faridz.
"Ketika tanggal 2/12 diingatkan dengan cara damai, justru pagar digembok dan diistilahkan ada penyerbuan. Saya hanya menyerukan kembalilah ke jalan persaudaraan," tegasnya.
Masih kata Romi, dirinya juga menghimbau jangan mengumbar pernyataan yang memperkeruh pergaulan antar umat beragama. Sebab semua hal yang dituduhkan adalah imajinasi untuk lari dari persoalan sebenarnya, yaitu absennya legalitas dan tak adanya dukungan kepengurusan dari bawah.
"Bagaimana mungkin ada perusakan Musolla di dalam pagar, sedangkan ratusan polisi membarikade diluar pagar. Jika ada penyerbuan, pastilah aparat sudah bertindak. Saya himbau saudara-saudaraku sadar dan bertobatlah. Partai dan kantor ini milik umat, bukan milik bapak-bapak," ungkap Romi.
Foto: PPP