Riset Terbaru Ungkap Hubungan Sarapan Protein dengan Peningkatan Konsentrasi
Ilustrasi sarapan tinggi protein. (Foto: Unsplash/Logan Jeffrey)
MerahPutih.com - Sarapan bisa menjadi sumber tenaga untuk memulai hari. Bahkan, sebuah penelitian terbaru di Denmark mengungkapkan, menu sarapan yang kaya protein dapat menimbulkan rasa kenyang dan meningkatkan konsentrasi.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan. Asam amino penyusun protein membantu membangun dan memperbaiki otot dan tulang, menghasilkan hormon dan enzim, dan bahkan menyediakan energi saat dibutuhkan.
Protein bisa diperoleh dari bahan makanan seperti daging, ikan, telur, produk susu, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
Menurut studi yang diterbitkan di Journal of Dairy Science, sarapan berbahan dasar susu, tinggi protein, dan rendah karbohidrat dapat membantu meningkatkan rasa kenyang tanpa memengaruhi total asupan energi harian.
Baca juga:
Dilaporkan laman Medical Daily, para peneliti dalam studi tersebut mencatat bahwa mereka yang mengikuti diet tinggi protein memiliki kinerja lebih baik dalam tes konsentrasi kognitif sebelum makan siang, dibandingkan dengan mereka yang sarapan rendah protein tinggi karbohidrat dan mereka yang melewatkan sarapan.
"Kami menemukan bahwa sarapan kaya protein dengan skyr (produk susu asam) dan oat meningkatkan rasa kenyang dan konsentrasi pada peserta, namun tidak mengurangi asupan energi secara keseluruhan dibandingkan dengan melewatkan sarapan atau mengonsumsi sarapan kaya karbohidrat," kata Mette Hansen, salah satu penulis hasil penelitian tersebut.
Penelitian ini dilakukan terhadap 30 perempuan dengan obesitas berusia 18-30 tahun selama tiga hari. Selama periode itu, para peserta penelitian mengonsumsi sarapan tinggi protein, sarapan rendah protein, atau melewatkan sarapan.
Para peneliti mengukur tingkat kekenyangan dan asupan energi peserta pada waktu makan siang. Peserta juga diminta menyelesaikan tes kognitif sebelum makan siang. Selain itu, pengukuran total asupan energi hari itu diukur pula.
Meski dapat meningkatkan rasa kenyang dan memperbaiki konsentrasi, menurut para peneliti beralih ke sarapan berprotein tinggi saja tidak cukup untuk mengatur penambahan berat badan. (and)
Baca juga:
Yuk Sarapan Bubur Jenang Ala Bangsawan di Ndalem Katresnan Bandung
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim