Pilgub Jabar

Ridwan Kamil: Sejauh ini Saya Pastikan Posisi Saya Bukan Orang Partai

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 12 November 2017
Ridwan Kamil: Sejauh ini Saya Pastikan Posisi Saya Bukan Orang Partai

Ridwan Kamil saat di Karawang, Minggu (12/11) (Foto: MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bakal calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bahwa dirinya tidak akan masuk menjadi kader partai manapun sampai Pilkada selesai. Dia mengakui bahwa setiap partai yang menjadi mitra koalisinya memang menawarkan agar dirinya menjadi kader partai.

"Kalau ditanya soal masuk kader partai, saya harus istihoroh dulu. Sampai sejauh ini saya pastikan posisi saya, saya bukan orang partai," kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil usai mengikuti acara jalan santai sejauh 3 km bersama sekitar 2000-an warga di Karawang.

Kehadiran bakal calon Gubernur Jawa Barat di acara tersebut adalah untuk memenuhi undangan dari Partai Nasdem yang berulang tahun ke-6. Acara jalan santai merupakan rangkaian kegiatan partai yang diketuai Surya Paloh. Acara gerak jalan tersebut mengambil start dan finish di lapangan Tugu Pahlawan, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Terkait pertanyaan yang selalu dilontarkan mengenai wakilnya, Kang Emil menjelaskan, tentang wakil partai koalisi akan memusyawarahkannya, karena partai di dalam koalisi juga mengajukan wakilnya kecuali Nasdem.

"Saya tidak masalah dipasangkan dengan siapapun selama hal itu disepakati oleh koalisi, dengan catatan wakilnya harus punya nilai kepemimpinan dan elektabilitas. Nanti kalau sudah ada keputusan, akan saya sampaikan kepada media," kata Kang Emil sambil tersenyum.

Sementara itu, Kang Emil melihat bahwa Karawang merupakan basis suara yang luar biasa besar, sehingga dia datanh ke kota itu.

"Saya di sini juga bertemu dan bersilahturahmi dengan warga di sini, sekaligus meminta doa dan dukungannya.Mudah-mudahan saya ada takdirnya, supaya saya bisa membuat program untuk membangun Karawang bersama-sama," ucap Kang Emil.

Ditempat yang sama, Ketua DPW Partai Nasdem Jabar Saan Mustopa mengatakan, Partai Nasdem mengundang Kang Emil di acara ulang tahun partainya adalah sekaligus untuk mensosialisasi Kang Emil sebagai calon gubernur di Karawang.

"Kami fokus pada November sampai akhir tahun ini untuk sosialisasi Kang Emil ke daerah Pantura, khususnya Karawang Utara, Rengasdengklok.

“Kita ingin memperkuat basis dukungan Ridwan Kamil di Pantura. Bukan berarti di Pantura tidak kuat, tapi kita maksimalkan di daerah-daerah yang suara dukungannya belum maksimal," kata dia.

Mengomentari wakil Kang Emil yang sekarang sedang ramai dibicarakan, Saan mengungkapkan jika Nasdem dari awal sepenuhnya menyerahkan soal wakil ke Kang Emil karena Nasdem menghargai apa yang menjadi otoritas Ridwan Kamil.

"Kalau nanti kita paksakan dan Kang Emil nggak cocok kan probelm. Dalam perjalanannya, kita tidak ingin gubernur tidak cocok dengan wakilnya hanya karena partai memaksakan diri mengajukan wakilnya. Ada beberapa contoh kepala daerah tidak cocok demgan wakilnya yang akhirnya pembangunan daerah terbengkalai," kata Saan.

Nasdem memilih Kang Emil, kata Saan, karena memiliki visi dan misi Kang Emil sejalan dengan partainya yang selalu amanah, konsisten, dan dekat dengan rakyat. Selain itu juga karena prestasi Kang Emil dalam membangun kota Bandung sangat membanggakan.

"Semoga Kang Emil terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat, dengan terpilihnya Kang Emil diharapkan Beliau mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Barat," kata Saan Mustopa.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

#Pilgub Jabar #Ridwan Kamil #Partai Nasdem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Taufik menjelaskan peluang tersebut terbuka, terutama untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang sudah ditahan KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Bagikan