Pilpres 2019

Ridwan Kamil Akui Teriak '01 Juara' di Harlah NU

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 12 Februari 2019
 Ridwan Kamil Akui Teriak '01 Juara' di Harlah NU

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (MP/Mauritz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak menampik telah meneriakkan yel-yel '01 juara' di kegiatan Harlah NU ke-93 dan Muslimat NU ke-73 yang digelar di Garut, Sabtu (9/2) lalu.

Namun begitu, dia membantah melakukan pelanggaran kampanye saat menghadiri acara tersebut. Alasannya, karena memang kegiatan tersebut sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada paslon nomor 01.

"Betul (meneriakkan 01 juara) di deklarasi, di acara ronde kedua," kata Ridwan Kamil kepada wartawan usai menyambangi kediaman Cawapres nomor 01 Ma'ruf Amin, Selasa (12/2).

Dia menjelaskan, pernyataan '01 juara' disampaikan pada saat dirinya berpidato di kegiatan deklarasi (acara kedua) dan bukan di kegiatan Harlah NU (acara pertama).

Kegiatan Harlah NU
Para pejabat dan petinggi partai politik dalam acara Harlah NU (MP/Fadhli)

"Acaranya benar terbagi dua, ronde pertama harlah saya tidak bicara, ronde kedua deklarasi (saya berpidato). Kenapa itu deklarasi? Dari layar di belakang panggungnya aja udah besar jadi tau ada deklarasi," kata pria yang karib disapa Kang Emil.

Lagi pula, kehadiran dirinya sebagai tokoh Jabar dan digelar pada hari libur (weekend). "Saya tahu bahwa urusan perkampanyean itu hanya boleh dilakukan di akhir pekan," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Ridwan Kamil menanggapi laporan Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB) ke Bawaslu RI karena dugaan melakukan pelanggaran kampanye.

Kang Emil dilaporkan terkait teriakkan '01 juara' di hadapan ribuan massa yang menghadiri Harlah NU ke-93.

"Ya mungkin orang iseng aja bikin tafsir kemudian dilaporkan ke bawaslu. Saya kira itu resiko ya," pungkasnya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pimpinan Muhammadiyah Imbau Masyarakat Waspadai Provokasi Kepentingan Pihak Tertentu

#Pelanggaran Pemilu #Ridwan Kamil # NU #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, memiliki posisi sebagai simbol kepemimpinan organisasi sehingga harus menjaga fokus dalam menjalankan mandat muktamar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Muktamar NU Putuskan Rais Aam dan Ketua Umum Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Indonesia
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Sekitar 1.500 stan UMKM berdiri di sepanjang kawasan pesantren. Bazar yang berlangsung 20-31 Agustus 2026 tersebut dilengkapi panggung budaya dan pasar malam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
50.000 Rombongan Nahdliyin Ramaikan Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Panitia Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 557 orang.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Tok! Pemilik Hak Suara di Muktamar Ke-35 NU Hanya 557 Orang 3% DPT Dicoret
Indonesia
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
NU selama ini dipandang sebagai organisasi keagamaan yang kekuatan utamanya bertumpu pada moralitas dan nilai-nilai keislaman.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Isu Politik Uang Jelang Muktamar NU Dinilai Sangat Ironis
Indonesia
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Taufik menjelaskan peluang tersebut terbuka, terutama untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang sudah ditahan KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai tidak produktif dan jumlahnya terlalu banyak. 

Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Tutup 240 BUMN tak Produktif, Presiden Prabowo: Negara Hemat Triliunan Rupiah
Bagikan