Ribuan Nelayan Lhokseumawe Kantongi Kartu Nelayan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 13 April 2017
Ribuan Nelayan Lhokseumawe Kantongi Kartu Nelayan

Sejumlah nelayan hendak menurunkan hasil tangkapan ikannya. ( ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sebanyak 2.515 nelayan di kota Lhokseumawe Provinsi Aceh telah mengantongi Kartu Tanda Nelayan (KTN) yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) kota Lhokseumawe.

Kasi Kelautan pada DKPPP Kota Lhokseumawe, Alamsyah mengatakan bahwa nelayan Lhokseumawe yang telah mengantongi Kartu Tanda Nelayan (KTN) tersebar di semua kawasan pesisir Kota Lhokseumawe mulai dari Kecamatan Blang Mangat, Banda Sakti dan Kecamatan Muara Satu.

Jumlah nelayan di kota Lhokseumawe diperkirakan berjumlah lebih banyak dan diperkirakan mencapai 3.500 orang akan tetapi yang mendaftarkan diri untuk pembuatan KTN hanya 2.515 orang nelayan.

"Kita perkirakan lebih kurang ada sekitar 3.500 orang nelayan di Kota Lhokseumawe. Namun masih ada sebagian kecilnya yang belum mendaftar untuk mengurus dan diterbitkan kartu nelayan," kata Alamsyah di Loukseumawe, Rabu (12/4).

Ia menambahkan bahwa untuk mengurus Kartu Nelayan tidaklah sulit di mana nelayan hanya perlu menyerahkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta pekerjaan di KTP tertera "Nelayan", foto kopi Kartu Keluarga (KK) serta foto diri.

"Di KTP harus tertulis jenis pekerjaan adalah nelayan atau sejenisnya. Di luar daripada itu, tidak bisa mengurus Kartu Nelayan karena Kartu Nelayan memang diperuntukkan untuk nelayan," tandasnya.

Alamsyah menambahkan bahwa Kartu Nelayan sangat penting dimiliki oleh nelayan sebagai identitas bagi nelayan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Apabila ada pemeriksaan di laut maka kartu tersebut dapat digunakan sebagai identifikasi serta apabila terjadi sesuatu dapat diketahui indetitas dan alamatnya.

Sumber: ANTARA

#Asuransi Nelayan #Nelayan Tradisional #Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Indonesia
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Program tersebut dinilai akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Berita Foto
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto mencium seorang anak saat Halalbihalal usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Maret 2026
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Indonesia
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh berjalan sangat cepat.
Frengky Aruan - Sabtu, 21 Maret 2026
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Tradisi
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Tradisi Meugang di Aceh menjadi momen memasak dan menyantap daging bersama keluarga menjelang Idul Fitri, Idul Adha, dan Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Indonesia
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah mesin perahu motor ditumpanginya rusak di Samudra Hindia.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Maret 2026
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Indonesia
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Polda Aceh meminta warga tak panik dan terpancing di tengah isu stok BBM tinggal 20 hari lagi. Polisi akan menindak tegas pelaku yang menimbun BBM.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Bagikan