MerahPutih.com - Skema restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh saat ini masih belum ada keputusan. Pemerintah tengah berada dalam tahap penyempurnaan (fine-tuning).
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengungkapkan, restrukturisasi akan disampaikan langsung Pak Menko Infra (Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
Rosan menegaskan, terkait potensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam skema pembayaran utang tersebut, Rosan enggan untuk memberikan tanggapan.
Ia mengatakan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono yang akan memberikan detil lebih lanjut terkait hal tersebut.
Baca juga:
Menteri Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF-Bank Dunia
“Nanti nanti disampaikan langsung, ya,” ujar dia singkat.
Rosan mengatakan, pembicaraan terkait upaya penyelesaian utang Whoosh pun telah didiskusikan bersama pemerintah China.
“Waktu itu sudah meeting oleh Pak Menko Infra, Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), dan juga kami (Danantara). Solusinya sudah ada, dan itu akan ditindaklanjuti oleh tim untuk bicara dengan pihak China,” kata Rosan.
“Solusinya sudah ada dan kemarin kita juga sudah sounding. Insya Allah ini bisa selesai,” ujar pria yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM itu menambahkan.
Menkeu Purbaya mengungkapkan restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung. Diklaim Menkeu, Pemerintah telah menyampaikan hasil tersebut kepada pemerintah China.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan antara kedua negara.