Respons Hasto Disebut Penghambat Pertemuan Megawati-Jokowi
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (MP/Ponco)
MerahPutih.com - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto merespons tudingan Ketum Prabowo Mania 08, Immanuel Ebenezer atau Noel yang menyebut dirinya jadi penghambat pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi hingga Prabowo Subianto.
Hasto mengatakan bahwa Megawati terus menunjukkan sikap kenegarawanan. Buktinya, Megawati memilih bertemu dengan pengurus anak ranting partai terlebih dahulu pada momen Idulfitri 1445 Hijriah.
"Bung Noel kan enggak tahu, bagaimana ibu Mega memiliki sikap kenegarawanan dan apakah perlu saya bacakan komentar dari ranting-ranting?,” kata Hasto di Sekretariat Front Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).
Baca juga:
Politikus PDIP Ihsan Yunus Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi APD COVID-19
Hasto lantas menjelaskan, para pengurus PDIP di tingkat ranting menjadi benteng bagi Megawati. Apalagi, dengan sistem kepartaian di PDIP yang saat ini menghasilkan figur-figur mumpuni yang berlatarbelakang rakyat biasa.
"PDI Perjuangan mengadakan sekolah partai, sehingga munculah Eri Cahyadi, yang merintis karir dari ASN, menjadi Wali Kota di Surabaya, muncul Bu Ita menjadi Wali Kota Semarang, Pak Abdullah Azwar Anas jadi Bupati dua periode di Banyuwangi itu dari kalangan rakyat biasa," ungkapnya.
"Rano Karno dari kalangan artis, tapi punya suatu keberpihakan terhadap budaya bangsa. Bisa menjadi Gubernur. Pak Djarot Saiful Hidayat seorang dosen, bisa jadi Wali Kota Blitar dua periode. Begitu banyak dari kalangan rakyat biasa. Yang bisa jadi kepala daerah," sambung Hasto.
Baca juga:
Bahlil Pastikan Tak Ada Pihak yang Halangi Pertemuan Jokowi-Megawati
Termasuk, kata Hasto, sosok Joko Widodo (Jokowi) yang dilahirkan oleh PDIP. Menurutnya, nama-nama yang disebutkan di atas justru sedang terancam.
"Nanti yang jadi pimpinan adalah mereka yang punya uang, mereka yang punya akses terhadap hukum sehingga hukum bisa dilanjutkan menjadi alat intimidasi, apakah itu yang kita inginkan? Maka ini adalah sisi gelap demokrasi kita yang harus kita selamatkan," ujarnya.
"Maka mengapa ibu Mega sampai menjadi Amicus Curiae, sebagai warga negara Indonesia dan kemudian menulis dengan perasan pikiran agar habis gelap benar-benar terbitlah terang," imbuhnya.
Baca juga:
Jokowi Tawari China Kerja Sama Bangun Moda Transportasi di IKN
Terakhir politikus asal Yogyakarta ini menegaskan, bertemu pengurus ranting partai merupakan sebuah kehormatan. Menurutnya, hal itu yang tak diketahui oleh Noel.
"Bansos saja dibagi dengan terang-terangan, jadi bertemu anak ranting itu kehormatan. Noel nggak tahu. Bertemu anak ranting PDI Perjuangan itu sumber kekuasaan, dari yang namanya Ketum DPP PDI Perjuangan itu berasal dari anak ranting. Itu suatu kehormatan," tutup Hasto. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
PDIP Desak Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan, Usul Gunakan E-Voting
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
Kecup Prananda dan Puan ke Megawati di Peringatan HUT ke-53 PDIP