Resmi, Donald Trump Dilantik sebagai Presiden Ke-47 Amerika Serikat

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 Januari 2025
 Resmi, Donald Trump Dilantik sebagai Presiden Ke-47 Amerika Serikat

Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DONALD Trump resmi dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat. Pelantikan ini menandai kebangkitan politiknya setelah dijatuhi hukuman atas beberapa tuduhan kejahatan. Upacara pelantikan berlangsung di dalam Rotunda Capitol di Washington D.C, Senin (20/1) siang waktu AS atau Selasa (21/1) tengah malam. Pelantikan digelar di dalam ruangan karena suhu ekstrem yang berbahaya di ibu kota negara tersebut.

Ketua Komite Kongres Bersama untuk Upacara Pelantikan Senator Demokrat Amy Klobuchar berbicara di mimbar jelang pelantikan Trump. Klobuchar menekankan pentingnya transisi kekuasaan yang damai.

“Selamat datang di pelantikan presiden yang ke-60. Hari ini, Presiden terpilih Trump dan Wakil Presiden terpilih Vance akan mengucapkan sumpah jabatan mereka. Kita akan menyaksikan transfer kekuasaan yang damai di jantung demokrasi kita,” kata Klobuchar.

Sebelum Trump resmi dilantik, JD Vance terlebih dahulu disumpah sebagai wakil presiden. JD Vance hadir dikelilingi keluarganya. Berbeda dengan presiden, sumpah untuk wakil presiden tidak ditentukan dalam konstitusi. Sumpah ini dibuat Kongres dan tercantum dalam Kode AS. Sumpah ini juga digunakan pejabat federal lainnya, termasuk anggota legislatif.

Hakim Agung Brett Kavanaugh memimpin pelantikan Vance.

Baca juga:

Carrie Underwood bakal Nyanyi di Pelantikan Donald Trump, Ngaku Merasa Terhormat



“Saya dengan sungguh-sungguh bersumpah bahwa saya akan mendukung dan membela Konstitusi Amerika Serikat terhadap semua musuh, baik dari luar maupun dalam negeri. Saya akan setia dan berbakti kepada Konstitusi yang sama. Saya mengambil kewajiban ini dengan bebas, tanpa ada keraguan atau tujuan untuk menghindar, dan saya akan menjalankan tugas saya dengan baik dan setia di jabatan yang akan saya masuki. Semoga Tuhan membantu saya,” kata Vance mantap mengucap sumpahnya.

Setelah Vance selesai, Trump maju ke dekat bersiap untuk disumpah sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat. Dengan dikelilingi keluarga, Trump, yang diperkirakan menggunakan Alkitab milik Abraham Lincoln untuk sumpah jabatan, mengucapkan janjinya. Alkitab itu merupakan yang sama digunakan Lincoln saat disumpah pada 1861. Trump juga akan menggunakan Alkitab pribadinya, dua Alkitab yang sama yang digunakannya saat mengambil sumpah jabatan pada 2017.

Ketua Mahkamah Agung John Roberts memimpin pelantikan Trump.

“Saya dengan sungguh-sungguh bersumpah bahwa saya akan menjalankan jabatan Presiden Amerika Serikat dengan setia, dan dengan sebaik-baiknya, memelihara, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat,” kata Trump dalam sumpah jabatannya.

Sumpah Jabatan Presiden diatur dalam Pasal II, Bagian 1 Konstitusi AS. Sumpah bagi pejabat federal lainnya, termasuk wakil presiden, tidak tercantum dalam Konstitusi. Kongres membuat sumpah-sumpah tersebut melalui undang-undang.

Frasa ‘semoga Tuhan membantu saya’ tidak ada dalam sumpah yang tercantum di Konstitusi. Frasa tersebut konon diucapkan George Washington saat pelantikan pertamanya, yang kemudian menjadi preseden untuk presiden-presiden berikutnya. Namun, tidak ada bukti sejarah yang konkret bahwa Washington benar-benar mengucapkannya.

Dalam pidato pelantikannya, Trump menyerukan sebuah ‘revolusi akal sehat’. Seperti dilansir CNN, ia diperkirakan akan menandatangani serangkaian tindakan eksekutif, termasuk memulai proses untuk menghapus kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan mendeklarasikan keadaan darurat nasional di perbatasan AS-Meksiko.(dwi)

Baca juga:

Pelantikan Donald Trump, para Tamu Penting akan Hadir tapi Michelle Obama Absen

#Breaking #Donald Trump #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Bagikan