MerahPutih.com - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI sekaligus Wakil Ketua I Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Richard Tampubolon, mengungkap perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Menurut Richard, TNI bersama kementerian/lembaga serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berperan aktif dalam pembangunan dan pembenahan infrastruktur sebagai bagian dari program rekonstruksi pascabencana.
“Hal itu sebagai bagian dari program rekonstruksi pascabencana,” jelas Richard dalam keterangan pers, Jumat (13/2).
Ia menegaskan komitmen TNI dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana melalui pelibatan personel dan pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Baca juga:
Pembangunan Hunian Sementara
Pembangunan hunian sementara (huntara) dilaksanakan di tiga provinsi dengan total 12.896 unit.
Di Sumatera Utara terdapat 1.051 unit huntara, dengan TNI mengerjakan 320 unit. Salah satunya di Desa Aek Lotong, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 45 dari 119 unit dengan progres 37 persen.
Di Sumatera Barat terdapat 445 unit huntara. TNI mengerjakan 351 unit, sebagian besar telah mencapai progres 100 persen, termasuk di Nagari Pulut, Kabupaten Pesisir Selatan, sebanyak 38 dari 60 unit dengan progres 40 persen.
Sementara di Aceh direncanakan pembangunan 11.400 unit huntara, dengan TNI mengerjakan 645 unit yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Nagan Raya.
Baca juga:
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Pembangunan Hunian Tetap
Selain huntara, pembangunan hunian tetap (huntap) juga menjadi fokus rekonstruksi dengan total 3.923 unit.
Di Sumatera Utara terdapat 1.202 unit huntap, dengan TNI mengerjakan 32 unit yang saat ini masih dalam tahap perencanaan dan peninjauan.
Di Sumatera Barat terdapat 71 unit huntap yang seluruhnya dikerjakan TNI di Kota Padang, dengan progres mencapai 95 persen hingga selesai di beberapa lokasi.
Sementara di Aceh direncanakan pembangunan 2.650 unit huntap, namun hingga kini belum ada pekerjaan yang dilaksanakan oleh TNI.
Baca juga:
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Pembangunan Jembatan
Dalam upaya memulihkan konektivitas antarwilayah, pembangunan jembatan menjadi prioritas.
Jembatan gantung dibangun sebanyak 37 unit di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Jembatan Bailey berjumlah 44 unit dengan sebagian besar telah selesai.
Dari total 72 unit Jembatan Aramco, sebanyak 46 unit telah rampung.
Selain itu, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia turut mendukung pembangunan 13 jembatan, terdiri dari tujuh unit dalam proses pembangunan, lima unit tahap uji fungsi, dan satu unit dalam proses pengiriman.
Richard menegaskan sinergi TNI, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra. (Knu)