Pilkada Serentak

Rekomendasi DPP PDIP Tak Kunjung Turun, Achmad Purnomo Kini Didekati Partai Lain

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 30 Januari 2020
 Rekomendasi DPP PDIP Tak Kunjung Turun, Achmad Purnomo Kini Didekati Partai Lain

Bakal cawali dari PDIP di Pilwakot Solo, Jawa Tengah. Achmad Purnomo, Kamis (30/1). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Bakal cawali dari PDIP di Pilwakot Solo, Jawa Tengah, Achmad Purnomo mengakui ada sejumlah partai politik (partai) lain yang telah melakulan komunikasi untuk tujuan Pilwakot Solo.

Pendekatan dari sejumlah parpol di luar PDIP disebabkan sampai saat ini bakal calon yang diajukan DPC PDIP Solo itu tak kunjung mendapat rekomendasi dari DPP PDIP.

Baca Juga:

Berstatus Anak Presiden, Popularitas-Elektabilitas Gibran di Bawah Achmad Purnomo

Meski didekati dan jalin komunikasi dengan parpol lain, Purnomo menegaskan pihaknya tetap menunggu rekomendasi dari DPP PDIP.

Bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo tegaskan dirinya masih tunggu rekomendasi dari DPP PDIP
Pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa menghadiri acara deklarasi dukungan di Pilwakot Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

"Soal dukungan parpol lain di luar PDIP yang ingin ikut mencalonkan saya, pastinya ada. Saya tidak perlu menceritakan dulu," ujar Purnomo kepada kepada awak media termasuk merahputih.com di Solo, Kamis (30/1).

Purnomo yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo ini menilai apa yang dilakukan partai lain dalam memberikan dukungan adalah hal wajar. Cara partai tersebut dalam berkomunikasi juga berberda-beda.

"Ya ada yang langsung menjalin komunikasi dengannya secara pribadi dan sebagian lagi melalui DPC (Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo," kata dia.

Purnomo mengaku dengan adanya partai yang mendekati tersebut membuat dirinya percaya diri mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP maju di Pilwakot Solo pada tanggal 23 September 2020 mendatang. Belum lagi, lanjut dia, lima Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP juga memberikan dukungan.

"Dengan modal dukungan lima PAC itu, Masa sesuai dengan ketentuan tidak dapat rekomendasi partai?," terangnya.

Baca Juga:

Gibran Kalah di Survei Median, Ini Tanggapan Bakal Cawali Solo Achmad Purnomo

Purnomo mengatakan saat ini masih menunggu rekomendasi dari DPP PDIP. Apapun hasil rekomendasi akan dipatuhinya.

"Kegiatan saat ini sambil menunggu rekomendasi menghadiri acara deklarasi dukungan (Achmad Purnomo-Teguh Prakosa) yang diadakan warga Solo," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Gibran Resmi Maju di Pilwalkot Solo, Purnomo Tegaskan Dirinya Tak Ambisius Jadi Wali Kota

#DPP PDIP #Pilkada Serentak #Wali Kota Solo #PDI Perjuangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Pemkot Solo menggandeng Kejagung untuk merevitalisasi Sriwedari. Anggarannya ditaksir mencapai Rp 200 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan surat teguran tersebut diterimanya belum lama ini.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Indonesia
Menu MBG Ramadan Diprotes, Wali Kota Solo Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi
Menu Makan Bergizi Gratis saat Ramadan diprotes warga. Wali Kota Solo Respati Ardi minta Badan Gizi Nasional segera evaluasi dan perbaiki distribusi.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Menu MBG Ramadan Diprotes, Wali Kota Solo Minta Badan Gizi Nasional Lakukan Evaluasi
Indonesia
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Sejalan dengan visi partai, PDIP terus mengusung agenda Politik Ekologi melalui gerakan 'Merawat Pertiwi' yang fokus pada penjagaan hutan, sungai, dan disiplin tata ruang
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Indonesia
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Indonesia
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Wali Kota Solo, Resparti Ardi, menerima kunjungan Dubes Belanda, Selasa (27/1). Ia pun mengusulkan pemulangan artefak Museum Radya Pustaka.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Indonesia
Nama Megawati Ikut Terseret di Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, PDIP Pasang Badan
Deddy Sitorus menegaskan bahwa persoalan ijazah seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan etika
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Januari 2026
Nama Megawati Ikut Terseret di Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, PDIP Pasang Badan
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Bagikan