Rekayasa Laporan JAKI Pakai AI, Pramono Anung Ancam Copot Pelaku

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Rekayasa Laporan JAKI Pakai AI, Pramono Anung Ancam Copot Pelaku

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus rekayasa tindak lanjut laporan warga di aplikasi JAKI yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi pukulan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peristiwa ini dinilai merusak citra pelayanan publik di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada jajarannya yang terbukti melakukan rekayasa dalam penanganan laporan warga.

Pramono menyebut, kasus penggunaan foto hasil editan AI dalam tindak lanjut laporan warga di Kalisari, Jakarta Timur, bukan yang pertama kali terjadi.

"Kasus di Kalisari itu ternyata bukan kasus yang pertama kali, dan yang melakukan adalah orang yang sama," ucap Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Baca juga:

Lurah Kalisari Dinonaktifkan, Imbas Kasus Foto AI di Aplikasi JAKI

Ia menegaskan, berulangnya kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dari pejabat terkait. Bahkan, penanganan laporan warga disebut diserahkan kepada petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), yang tidak memiliki kewenangan untuk itu.

"Kami sudah mengidentifikasi PPSU-nya, lurahnya juga langsung kami copot, termasuk kasi-kasinya kami memberikan hukuman yang akan dikeluarkan oleh inspektorat," ujarnya.

Pramono menegaskan tidak ingin praktik rekayasa seperti ini terulang karena dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap Pemprov DKI Jakarta.

"Karena ini adalah wajah Jakarta, ini adalah kepercayaan tentang Jakarta. Kami mengambil tindakan tegas dan untuk itu tidak boleh terulang kembali," ujarnya.

Baca juga:

Balas Aduan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Kini Dinonaktifkan

2 Pejabat Kasi Kelurahan Kalisari Ikut Terlibat Skandal Manipulasi Foto AI JAKI

Sebagai langkah lanjutan, Pramono mengungkapkan akan menggelar town hall pada pekan depan untuk membahas penanganan laporan warga di aplikasi JAKI. Dalam forum tersebut, seluruh jajaran akan diingatkan agar menjalankan tugas secara profesional dan transparan.

"Saya akan menyampaikan dan memberikan, memperingatkan kepada siapapun yang akan melakukan itu sekali lagi, kami tidak akan memberikan maaf, jadi langsung kami berhentikan," kata dia.

Ia juga menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku rekayasa, termasuk dugaan manipulasi stempel waktu (timestamp) pada laporan warga oleh petugas di lingkungan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

"Pokoknya semua yang melakukan itu, mau di Jakarta Selatan maupun di Kalisari maupun di mana aja, kami mengambil tindakan tegas. Enggak ada kompromi soal itu," pungkasnya. (Asp)

#Aplikasi Jaki #Artificial Intelligence #Pemprov DKI Jakarta #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 7 menit lalu
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam lalu
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Indonesia
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Pemprov DKI Jakarta mencairkan bansos PKD September 2026 kepada 219.252 penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ. Ini rincian penerimanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Indonesia
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Pramono menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian Mamdani yakni bagaimana Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan dukungan subsidi pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Indonesia
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Pramono Anung mengatakan akan mengevaluasi penerapan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dan sistem ganjil genap.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Indonesia
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Pemprov DKI mengeruk Anak Kali Krukut di Kebon Melati setelah hampir 60 tahun. Penataan sepanjang 2,3 km ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Bank Jakarta dan PT SMI menyiapkan Rp 2,11 triliun untuk membantu tujuh proyek infrastruktur.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Bank Jakarta dan PT SMI Siapkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Indonesia
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Dinkes DKI Jakarta menyoroti pasien cuci darah yang semakin muda. Safitri Handayana menyebut pasien berusia 20 tahun sudah banyak mengakses layanan cuci darah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pasien Cuci Darah Makin Muda, Dinkes DKI Ingatkan Warga Tak Sembarangan Beli Obat
Bagikan