Headline

Rehat dari Arena Politik, Sandiaga Fokus Kembangkan OK OCE dan Rumah Siap Kerja

Eddy FloEddy Flo - Senin, 15 Juli 2019
 Rehat dari Arena Politik, Sandiaga Fokus Kembangkan OK OCE dan Rumah Siap Kerja

andiaga Uno berbicara kepada para relawan di Jakarta Selatan (Divisi Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Perjalanan Sandiaga Uno di panggung politik Tanah Air masih panjang. Sukses berkontestasi dalam Pilgub DKI 2017 memicunya untuk bertarung pada level yang lebih tinggi yakni Pilpres 2019. Sandi maju mendampingi Prabowo Subianto dalam posisi sebagai calon wakil presiden.

Dua kali bertarung di arena politik dengan tingkat persaingan yang sengit, Sandi satu kali mengecap kemenangan dan satu kali juga mencium kanvas kekalahan.

Baca Juga: Bertemu Jokowi, Sandi Serukan Para Pendukung Berhenti Kecam dan Marahi Prabowo

Adagium yang menyatakan in the long run, people will die benar-benar disadari suami dari Nur Asia Uno ini. Sandi memilih rehat sejenak dari hiruk pikuk politik dan kembali menekuni dunia yang sudah lama digelutinya, bisnis.

Sandiaga ingin rehat sejenak dari dunia politik
Sandiaga Uno saat berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu (Foto: BPN Prabowo-Sandi)

Bedanya, kali ini Sandi enggan kembali memegang jabatan pucuk di perusahaan yang dimilikinya tapi menggerakkan kembali program-program pro wira usaha yang pernah dikembangkan seperti OK OCE dan Rumah Siap Kerja.

Menurut Sandi, kedua program itu lebih baik dan lebih berdampak ketimbang program Jokowi seperti Kartu Pra Kerja.

"Saya akan buktikan rumah siap kerja dan OK OCE lebih bagus daripada kartu-kartu itu," ujar Sandi kepada wartawan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/7).

Sandi optimistis program tersebut akan kembali dapat terlaksana meskipun di tengah minimnya dana.

"Meskipun duit makin tipis, nyali ada, bertarung ada terus. Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan berkah," tandas Sandi.

Baca Juga: Tak Ada Lagi 01 dan 02, Sandi Ajak Pendukung Jangan Baperan Bangun Bangsa

Terkait keenggannanya bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Sandi menegaskan Partai Gerindra tak mau masuk dalam pusaran warisan politik masa lalu yakni politik bagi-bagi kursi. Menurutnya, saat ini politik harus menghadirkan ide kreatif dan banyak menghasilkan pengusaha muda yang kompetitif.

"Kalo jaman old nyari kursi. Ini sudah jaman now. Lapangan kerja pesan saya, kalo susah kenapa tidak kita buka lapangan kerja sendiri," imbuh dia.

Sandi mencontohkan tempat nongkrong anak muda yang kini tengah menjamur.

"Warung Upnormal (merupakan) ide anak-anak muda berkumpul. Sekarang menjadi usaha yang nilainya di atas Rp1 triliun," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Kalau Tak Ada Oposisi, Negeri Ini Bisa Ugal-ugalan

#Sandiaga Uno #Partai Gerindra #OK OCE #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Partai Gerindra membantah Presiden RI, Prabowo Subianto, mengusulkan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur BI.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Indonesia
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
Bupati Pati, Sudewo, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Gerindra pun menggelar sidang mahkamah kehormatan untuk memproses status keanggotaannya.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
Nasibnya di Ujung Tanduk, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam Dipecat Gerindra
Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, terancam dipecat Gerindra. Hal itu setelah ia memutuskan berangkat umrah saat wilayahnya dilanda bencana.
Soffi Amira - Selasa, 09 Desember 2025
Nasibnya di Ujung Tanduk, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam Dipecat Gerindra
Indonesia
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Sugiono menjelaskan bahwa pemberhentian Mirwan dari struktur partai dilakukan setelah DPP Gerindra menerima laporan terperinci
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 06 Desember 2025
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Didepak Gerindra Buntut Umrah Viral di Tengah Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Bagikan