tiket pesawat

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 18 Desember 2020
tiket pesawat

Refund Tiket Pesawat ke Bali Tembus Rp317 Miliar (Foto: Unsplash/Jordan Sanchez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEHARUSAN melakukan test swab H-2 bagi para pelancong yang akan berlibur ke Bali di Natal dan Tahun Baru, membuat banyak orang membatalan perjalananya. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), melaporkan kabar tersebut pada Rabu (16/12) malam. Dalam laporan tersebut, tercatat ada sekitar 133 ribu permintaan untuk refund tiket pesawat ke Bali.

“Data yang didapat memang cukup mengkhawatirkan. Angka refund yang terjadi 10 kali lipat dibandingkan dengan kondisi normal,” ujar Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, dalam acara penandatanganan MoU antara PHRI dan AirAsia di Jakarta, Rabu (16/12).

Baca juga:

Pulau Merah Banyuwangi, Pilihan Menarik untuk Wisata Akhir Pekan

Dilansir dari Arah Destinasi, Kamis (17/12), Haryadi memaparkan Pembatalan yang terjadi tentu berdampak pada perekonomian Bali. Data dari Online Travel Agent (OTA), per 16 Desember tercatat transaksi dari refund itu mencapai Rp317 miliar.

Hariyadi pemerintah bisa mengajak asosiasi terkait untuk berdiskusi sebelum menentukan kebijakan. (Foto: Unsplash/Medakit Ltd)
Hariyadi pemerintah bisa mengajak asosiasi terkait untuk berdiskusi sebelum menentukan kebijakan. (Foto: Unsplash/Medakit Ltd)

“Dampak ekonomi ini perlu diperhatikan. Di satu sisi kami mendukung keputusan pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19, namun di sisi lain ada faktor yang perlu diperhatikan,” kata Hariyadi.

Ia berharap, pemerintah bisa mengajak asosiasi-asosiasi terkait untuk berdiskusi sebelum menentukan kebijakan, sehingga bisa mendapatkan jalan yang terbaik. “Ini terlalu mendadak. Tidak ada waktu untuk sosialisasi kebijakan yang baru,” tuturnya.

Baca juga:

Pulau Merah Banyuwangi, Pilihan Menarik untuk Wisata Akhir Pekan

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020-2021, pemerintah mewajibkan para penumpang pesawat tujuan Bali untuk melakukan tes PCR H-2 dan untuk yang melakukan perjalanan darat ke Bali harus melakukan tes rapid antigen H-2.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19.

Turis harus menunjukan hasil negatif dari test swab untuk penerbangan dan negatif dari test rapid antigen untuk darat. (Foto: Unsplash/Art Markiv)
Turis harus menunjukan hasil negatif dari test swab untuk penerbangan dan negatif dari test rapid antigen untuk darat. (Foto: Unsplash/Art Markiv)

Melalui Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tertanggal 15 Desember, Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa, turis dalam negeri yang akan memasuki wilayah Bali melalui jalur udara, wajib menunjukkan surat keterangan negatif hasil uji tes swab.

Di mana tes swab harus berbasis PCR dan dilakukan paling lama 2 x 24 jam sebelum melakukan keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia. Peraturan ini berlaku mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 itu.

Bagi yang akan melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, wajib menunjukkan surat keterangan negatif hasil uji rapid tes antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum melakukan perjalanan. (Kna)

Baca juga:

Manfaatkan Teknologi VR, Museum Nasional Korea Survive Hadirkan Pameran

#Wisata Bali #Mass Rapid Transit #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan