Reaksi Jokowi saat Disinggung Pengaruhi Partai untuk Dukung Bobby Nasution
Jokowi di Lampung. (Dok. YouTube Setpres)
MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo angkat suara terkait adanya isu ‘cawe-cawe’ hingga berbuah banyaknya dukungan terhadap bakal calon Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Enam partai memang telah menyatakan dukunganm yaitu Golkar, Gerindra, PAN, Demokrat, PKB, dan NasDem.
Kontras dengan calon lawannya, Edy Rahmayadi yang hingga kini belum mengantongi satu pun dukungan partai.
Jokowi menyebut banyaknya dukungan partai terhadap Bobby karena partai politik melihat elektabilitas menantunya cukup bagus.
"Tanyakan partai-partai, partai-partai itu pinter-pinter, biasanya yang dilihat elektabilitas," ujar Jokowi di Lampung, Kamis (11/7).
Menurut Jokowi, partai politik mengusung seorang calon tak sembarangan. Partai politik, tambahnya, pintar dalam memilih calon.
Baca juga:
Presiden Jokowi ke Lampung Cek Layanan Kesehatan dan Bagikan Pompa
"Yang dilihat biasanya elektabilitas, jangan dipikir itu partai. Partai itu pintar-pintar, apalagi ketuanya," jelasnya.
Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan alias Zulhas yang mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu kemudian tersenyum dan menimpali jawaban Jokowi.
"Kita pilih yang menang dong," kata Zulhas.
Jokowi hanya tersenyum dan kembali mengingatkan bahwa setiap parpol memiliki strateginya masing-masing dalam menentukan calon kepala daerah yang bakal diusung.
Sekadar informasi, dugaan ‘Cawe-cawe’ Jokowi terhadap banyaknya dukungan terhadap Bobby muncul dari Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.
Dia sempat mempertanyakan pengaruh mertua di balik banyaknya dukungan kepada Bobby Nasution di Pilkada Sumatera Utara 2024.
Menurut Djarot, ramai-ramai dukungan partai terhadap Bobby harus dicermati sebagai pengaruh mertuanya, yakni Presiden Joko Widodo.
Namun dia menyebut, dukungan partai sebanyak apa pun belum bisa menjamin kemenangan sebab yang menentukan tetap rakyat. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah