Reaksi Dunia terhadap Gencatan Senjata Israel-Hamas, Langkah Penting Menuju Perdamaian yang Adil dan Stabilitas Regional
Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dan pembebasan sandera telah dicapai.(ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)
MerahPutih.com - Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas tercapai di Doha, Qatar, pada Rabu (15/1). Para pemimpin dan organisasi dunia menyambut baik kesepakatan ini.
Isi gencatan senjata Israel-Hamas menyebut kewajiban penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza selama enam minggu.
Sebagai bagian dari isi gencatan senjata Israel-Hamas, sandera yang ditahan oleh Hamas akan dibebaskan dengan imbalan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengumumkan bahwa gencatan senjata Israel-Hamas akan mulai berlaku pada hari Minggu, 19 Januari.
"Para negosiator bekerja dengan Israel dan Hamas untuk memastikan langkah-langkah pelaksanaan kesepakatan ini," ujar Al Thani dalam konferensi pers di Doha, seperti dikutip reuters.com (16/1).
Baca juga:
Warga Palestina Rayakan Gencatan Senjata Israel-Hamas, Tapi Tetap Waspada Serangan Lanjutan
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan kesiapan PBB untuk mendukung pelaksanaan gencatan senjata Israel-Hamas dan meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang menderita.
"Sangat penting bahwa gencatan senjata ini menghilangkan hambatan keamanan dan politik yang signifikan untuk memberikan bantuan di seluruh Gaza," kata Guterres.
Presiden Komite Internasional Palang Merah, Mirjana Spoljaric, berharap gencatan senjata Israel-Hamas menandai awal yang baru.
"Nyawa warga sipil harus dilindungi dan kebutuhan mereka diprioritaskan," ujar Spoljaric, menekankan pentingnya komitmen para pihak terhadap gencatan senjata Israel-Hamas.
Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dan pembebasan sandera telah dicapai.
"Pertempuran di Gaza akan berhenti, dan para sandera segera kembali ke keluarga mereka," kata Biden di Gedung Putih.
Biden juga menekankan pentingnya jalur menuju solusi dua negara bagi rakyat Palestina.
Baca juga:
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyambut baik kesepakatan tersebut dan berterima kasih kepada negara-negara mediator. Mereka mengimbau komitmen untuk menghentikan agresi Israel di Gaza dan penarikan penuh pasukan Israel.
Hal sama diungkap oleh Pemerintah Afrika Selatan.
"Afrika Selatan menyambut baik gencatan senjata Israel-Hamas setelah 15 bulan genosida brutal Israel di Gaza menyusul serangan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya ke Israel."
Pemerintah Afrika Selatan juga menyerukan perdamaian yang adil dan abadi yang menjamin hak asasi manusia bagi Palestina dan Israel.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menekankan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan untuk mengakhiri penderitaan di Gaza.
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyebut gencatan senjata Israel-Hamas sebagai langkah penting menuju stabilitas regional dan solusi dua negara. (dru)
Baca juga:
Biden Telepon Netanyahu, Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina