Ratusan Warga Minta Polres Tangsel Ungkap Pungli Pengurusan Sertifikat
Aksi ratusan warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di depan Kantor ATR/BPN. (Istimewa)
MerahPutih.com - Ratusan warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Tim Saber Pungli Polres Tangsel memeriksa aksi pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat di ATR/BPN Tangsel.
Alasannya, karena patokan harga untuk mendapatkan legalitas tanah tersebut mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per sertifikat. Akibatnya mereka pun melakukan unjuk rasa di depan kantor lembaga kementerian tersebut untuk menghapus kasus pungli tersebut.
Perwakilan pendemo Safrudin Roy mengatakan, permintaan pengusutan terhadap aksi pungli oleh kepolisian perlu dilakukan. Sebab, kata Roy, patokan harga yang diberikan para oknum lembaga itu untuk mengeluarkan sertifikat tanah ini sudah di luar aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Ini sudah masuk ranah korupsi, jadi perlu diselidiki dan diungkap. Kejadian ini sudah terjadi sejak lima bulan terakhir. Permintaan ini sudah dilakukan pegawai BPNTangsel, dan warga pun jadi takut dengan nominal harga yang ditentukan itu," kata Roy kepada wartawan beberapa waktu lalu di depan Kantor ATR/BPN Tangsel, Jalan Letnan Soetopo, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong.
Menurut Roy, aksi pungli tersebut melibatkan oknum pegawai dua lembaga. Yakni pegawai negeri sipil (PNS) kelurahan dan pegawai ATR/BPN Tangsel. Besaran dana pengurusan legalitas tanah masyrakat ini dipatok dengan harga bervariatif. Mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta dengan estimasi penyelesaian sertifikat ini tiga minggu rampung.
"Jadi, melalui mereka bisa diselesaikan karena dari calo lain harganya lebih dari harga yang diberikan pihak kelurahan ke masyarakat. Uang ini nanti akan disetorkan sebagian ke oknum BPN Tangsel. Jika sudah begini mau pelayanan yang diharapkan presiden tidak terselesaikan dalam percepatan pengurusan sertifikat tanah kepada masyarakat," ujarnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Komunitas Fotografer Minta Maaf setelah Pungutan Rp 500 Ribu ke Pengunjung yang Motret Tebet Eco Park Ramai
Satpol PP DKI Amankan 4 Pelaku Pungli di Trotoar Petamburan, Dibawa ke Panti Sosial Kedoya
Lurah Cipinang Muara Bantah Ada Praktik Pungli Rekrutmen PPSU
Rano Karno Benarkan Adanya Pungli Perekrutan PPSU, Sudah Menduga Sejak Kampanye Pilkada
Interupsi saat Rapur yang Dihadiri Wagub Rano, Dewan Gerindra DKI Soroti Pungli Perekrutan PPSU di Jaktim
Mencengangkan, Sopir Truk Harus Keluarkan Uang Rp 150 Juta Setahun untuk Pungli
Viral Video Dugaan Pungli Dishub di Salemba, Gubernur DKI Turun Tangan
Satgas Saber Pungli Bentukan Jokowi Tamat di Era Prabowo
Ketua DPRD DKI Desak Pecat Pelaku Pungli di Sudinhub Jakarta Pusat
Dana Kompensasi Sopir Angkot di Bogor Dipotong, Polisi Cari Bukti Pidana