Ratusan Ribu Warga Iran Demo Menentang Donald Trump

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 10 Februari 2017
Ratusan Ribu Warga Iran Demo Menentang Donald Trump

Ratusan ribu warga Iran demo Donald Trum ( tvcnews.tv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ratusan ribu warga Iran berunjuk rasa, Jumat, (10/2) menyatakan kesetiaan membela ulama menyusul surat peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Republik Islam tersebut, kata televisi pemerintah.

Dengan membawa spanduk bertuliskan "Mampus Amerika" dan gambar Trump, warga Iran di Teheran berjalan menuju alun-alun Azadi (Kebebasan) untuk memperingati ulang tahun Revolusi Islam Iran pada 1979, yang menggulingkan kerajaan dukungan AS.

Penguasa Iran, Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa menyeru warga Iran ambil bagian dalam unjuk rasa, yang menunjukkan Iran tidak takut pada ancaman AS.

"Amerika dan Trump tidak bisa mengutuk. Kami siap mengorbankan nyawa kami demi pemimpin kami, Khamenei," kata seorang remaja pria Iran kepada televisi pemerintah seperti dilansir Antara dari Reuters.

Pada pekan lalu, Trump mencantumkan Iran dalam surat pemberitahuan sebagai reaksi atas uji coba peluru kendali pada 29 Januari 2017 dan menimbulkan sanksi baru, baik terhadap pribadi maupun kelompok.

Iran menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan program rudalnya tersebut.

Sikap pragmatis Presiden Hassan Rouhani juga diteriakkan dalam aksi bersama ratusan ribu warga Iran pada hari Jumat itu untuk menunjukkan bahwa mereka tidak akan memutus hubungan dengan Pemimpin Agung dan Republik Islam Iran.

Demo Tolak Trump di Iran
Warga Iran turun ke jalan protes Donald Trump (en.mogaznews.com)

Televisi milik pemerintah setempat melaporkan bahwa jutaan orang menuju seantero negara tersebut dalam unjuk rasa revolusi di semua kota-kota utama untuk menandai peringatan anti-AS, slogan anti-Israel, dan membakar beberapa bendera AS.

Di media sosial, seperti Twitter dan Facebook, beberapa warga Iran menggunakan tanda pagar #LoveBeyondFlags, mendesak diakhirinya pembakaran bendera selama peringatan ulang tahun revolusi tersebut berlangsung.

Mereka juga berterima kasih kepada rakyat AS, yang menentang perintah eksekutif Trump, yang melarang perjalanan warga dari tujuh negara berpenduduk sebagian besar muslim, termasuk Iran, ke AS.

Larangan perjalanan itu ditentang di sejumlah pengadilan di AS.

Kedua situs media sosial berbasis di AS itu diblokir di Iran oleh lembaga sensor pemerintah yang memiliki jangkauan luas, tetapi keduanya masih umum digunakan oleh jutaan warga Iran yang menggunakan piranti lunak khusus khusus di sela-sela pembatasan.

Pejabat Iran, termasuk Khamenei, memiliki akun Twitter dan Facebook meskipun ada larangan tersebut.

Trump mengkritik kesepakatan nuklir yang dicapai bersama Iran, AS, dan negara maju lainnya pada 2015 yang bertujuan untuk membatasi proyek nuklir negara tersebut. Hampir semua sanksi terhadap Iran dicabut pada tahun lalu berdasarkan atas kesepekatan beberapa negara itu.

#Donald Trump #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan