Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ratusan Konten Hoaks COVID-19 Bertebaran, Paling Banyak di Facebook

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2020
Ratusan Konten Hoaks COVID-19 Bertebaran, Paling Banyak di Facebook

Facebook hadirkan fitur bantuan (Foto: Pixabay/simon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate menyebut, akun medsos di Facebook, menjadi platform digital yang paling tinggi terdapat sebaran konten hoaks terkait COVID-19.

Ia mengungkapkan, bahwa dalam pengendalian konten hoaks bersama dengan platform digital lainnya, Kemenkominfo sudah memberikan catatan adanya 785 konten hoaks di Facebook.

Baca Juga:

Facebook Tambahkan Fitur Informasi Virus Corona di Bagian Atas 'News Feed'

"Langkah pertama disaat keadaan darurat kesehatan adalah berkomunikasi dengan platform digital global, seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram," kata Plate dalam jumpa pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4).

Pemerintah bahkan sudah mengajukan catatan penyebaran hoaks ke Youtube, Instagram dan Twitter. "Dari sebaran hoaks Kami telah sampaikan seluruhannya sebanyak pada Facebook 785, Instagram 10, Twitter 324 dan Youtube 6," ujar Jhonny.

Tampilan fitur bantuan facebook (Foto: The Verge)

Dari pengajuan itu, pria asal NTT tersebut menuturkan bahwa platfrom digital Facebook telah menindaklanjuti sebanyak 359. Rinciannya, Facebook 303, Instagram 3, Twitter 53 dan Youtube 6. "Dan Youtube sedang ditindaklanjuti sebanyak 6. Masih terdapat 766 sebaran isu hoaks yang beredar platfrom digital," tutur Jhonny.

Pemerintah terus berkomunikasi secara rutin dengan perusahaan platform global itu baik yang di Amerika Serikat maupun perwakilannya di Jakarta. Ia meminta agar segera melakukan proses takedown atau blokir terhadap hoaks dan disinformasi yang masih ada di platform mereka masing-masing.

"Masalah COVID-19 pandemi dari global bukan saja masalah Indonesia karenanya menangani dan memutus mata rantai baik secara global maupun secara domestik dalam negeri menjadi tugas kita semua termasuk platform digial global," ujar Jhonny yang mengenakan jaket berwarna putih ini.

Baca Juga:

Benarkah Obat Flu Avigan Efektif Obati Virus Corona?

Jhonny juga menegaskan, tidak ada pembagian kategori untuk setiap kasus hoaks. Karenanya, ia meminta Polri untuk menindak semua pelanggaran hukum dari kasus hoaks. "Termasuk pelanggaran hukum dan aturan yang ada di Indonesia baik undang-undang hukum pidana maupun secara khusus undang-undang ITE yang saat ini kita gunakan di dalam negeri," katanya.

"Karenanya kami minta kepada masyarakat untuk yang secara cerdas dan jangan memproduksi jangan menyebarkan isu hoaks karena akan berdampak secara hukum," kata Jhonny. (Knu)

#Penyebar Hoaks #Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Klaim Timor Leste ingin kembali ke Indonesia adalah hoaks. Faktanya, video hanya membahas impor barang dari Indonesia tanpa pernyataan resmi bergabung ke NKRI.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Indonesia Tolak Keinginan Timor Leste Kembali ke NKRI
Indonesia
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring konten-konten yang dikonsumsi sebelum dibagikan di akunnya masing-masing.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Hoaks Kejahatan di Jakarta Viral, Diskominfotik Didesak Patroli Siber
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Tidak ditemukan informasi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Sebut MBG Membebani APBN
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Diam Diam Lunasi Utang Kereta Cepat
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim dengan memasukkan kata kunci “Prabowo lunasi utang proyek Whoosh” ke mesin pencari Google.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
 [HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Diam Diam Lunasi Utang Kereta Cepat
Indonesia
Pasbata Nilai Tuduhan Terhadap Seskab Tidak Masuk Akal, Hanya Fitnah Personal
David juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Pasbata Nilai Tuduhan Terhadap Seskab Tidak Masuk Akal, Hanya Fitnah Personal
Indonesia
Komdigi Sebut Video Fitnah terhadap Prabowo Hoaks, Peringatkan Ancaman Hukum
Komdigi menegaskan video berisi fitnah terhadap Prabowo Subianto adalah hoaks dan mengandung ujaran kebencian. Penyebarnya terancam UU ITE.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Komdigi Sebut Video Fitnah terhadap Prabowo Hoaks, Peringatkan Ancaman Hukum
Indonesia
Nama Uya Kuya Dicatut soal Dapur MBG, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan
Uya Kuya terserat dalam isu hoaks dapur MBG. Kabar itu mencuat usai beredarnya unggahan di media sosial.
Soffi Amira - Senin, 20 April 2026
Nama Uya Kuya Dicatut soal Dapur MBG, Polda Metro Jaya Lakukan Penyelidikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Ingin Naikkan Harga Token Listrik Biar Warga Hemat
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “Bahlil dorong PLN naikkan harga token listrik”.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Ingin Naikkan Harga Token Listrik Biar Warga Hemat
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Timor Leste Kirimkan 10 Ribu Pasukan Bantu Israel Lawan Iran
Negara tetangga Timor Leste dikabarkan mengirimkan 10 ribu pasukannya untuk membantu Israel berperang melawan Iran.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Timor Leste Kirimkan 10 Ribu Pasukan Bantu Israel Lawan Iran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: WNI Operator Rudal Iran Digaji Ratusan Juta Rupiah
Kali ini, beredar informasi yang menyebut, adanya warga negara Indonesia (WNI) yang ikut membantu Iran berperang melawan AS dan Israel.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: WNI Operator Rudal Iran Digaji Ratusan Juta Rupiah
Bagikan