MerahPutih.com - Informasi bohong atau hoaks perihal kejahatan di ibu kota makin mewarnai media sosial. Kondisi itu, membuat warga menjadi resah.
Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta tak boleh tinggal diam mengatasi masalah informasi bohong atau hoaks perihal kejahatan di ibu kota.
Selama beberapa waktu ke belakang, masyarakat Jakarta digempur berita-berita hoaks terkait dengan kriminalitas. Mulai dari hoaks pembegalan sampai dengan hantu pocong membawa golok yang mengintai rumah warga.
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana, menduga terdapat pihak yang sengaja ingin menjadikan suasana Jakarta tidak kondusif. Ia meminta kepada Diskominfotik DKI untuk menelusurinya.
Baca juga:
"Ini patut diduga ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, entah karena iseng maupun sengaja ingin membuat suasana di Jakarta jadi mencekam," kata William kepada wartawan, Selasa (2/5).
Namun yang jelas, masyarakat semakin khawatir dan merasa tidak aman akibat beredarnya hoaks-hoaks itu. Sehingga, Pemerintah DKI melalui Diskominfotik perlu meningkatkan kewaspadaannya.
Ia mencontohkan informasi hoaks pembegalan terhadap seorang model, Ansy Jan De Vries, di Jakarta Barat (Jakbar). Kemudian, warga juga dibuat heboh oleh teror pocong yang ternyata hoaks di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim).
Ke depannya, Diskominfotik harus berpatroli di media-media sosial untuk mengecek apakah ada konten-konten hoaks yang beredar.
"Kemudian, Diskominfotik mesti berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang lainnya dan perusahaan-perusahaan penyedia layanan media sosial untuk menurunkan konten-konten seperti itu," ujar William.
Ia menghimbau, warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyaring konten-konten yang dikonsumsi sebelum dibagikan di akunnya masing-masing.
Di sisi lain, warga juga perlu lebih bijak lagi dalam menggunakan akun media sosialnya. Konten-konten yang beredar itu harus dicek dulu kebenarannya, terlebih kalau ingin disebarkan lagi ke orang lain. Kalau ternyata hoaks, mestinya jangan disebarkan dan perlu segera dilaporkan.
"Jadi saya harap, Diskominfotik bisa bergerak proaktif dalam menjaga ruang media sosial Jakarta dengan mengawasi dan membantu menurunkan konten-konten hoaks," tutupnya. (Asp).

