Merahputih.com - Sejumlah truk ODOL (Over Dimension Over Load) saat melintas dii Jalan Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) ruas Cilandak, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Achmad Yani, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbanyak titik pemeriksaan muatan melalui jembatan timbang portabel menyusul robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Menurutnya, pelanggaran kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) serta ketidakpatuhan terhadap jam operasional truk di jalan protokol masih menjadi persoalan serius. Dampaknya tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu kerugian ekonomi akibat kemacetan.
Untuk mencegah kejadian serupa, Achmad Yani mengusulkan sejumlah langkah, yakni menambah titik pemeriksaan muatan dengan jembatan timbang portabel, memasang sensor ketinggian di ruas jalan yang memiliki JPO atau ruang bebas terbatas, meningkatkan patroli gabungan pada jam-jam rawan, serta mengevaluasi rute logistik agar kendaraan berat tidak melintasi jalan padat.
Ia menegaskan, keselamatan publik harus menjadi prioritas. Fungsi JPO sebagai fasilitas pelindung pejalan kaki, kata dia, tidak boleh dikalahkan oleh kelalaian armada angkutan. (Foto: MP/Didik Setiawan).

