Ratusan Koleksi Buku Unik Dipajang di Perpustakaan MPR RI

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 13 Januari 2015
Ratusan Koleksi Buku Unik Dipajang di Perpustakaan MPR RI

Jajaran koleksi buku perpustakaan DPR RI (Foto: Merahputih.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Nasional - Ratusan buku koleksi dipajang di lemari perpustakaan MPR RI. Buku-buku yang dikoleksi dan dipajang di bangunan gedung yang terletak di Basment Nusantara IV ini mayoritas buku terbitan mulai tahun 1950 an. Buku yang menjadi koleksi tersebut diantaranya adalah berjudul "Risalah Rapat, Tahun Sidang, Risalah Perbuhan Undang-Undang Dasar 1945, Himpunan Ketetapan MPR, Himpunan Peraturan Kepegawaian, dan Lembagaran Negara,".

"Ini koleksi khusus yang tidak ada di Perpus lain. Terbitannya terdiri dari tahun 50 an," kata salah seorang Pegawai Honorer penjaga perpusatkaan MPR RI, Prominensa Atyantama alias Esa saat ditemui Merahputih.com, Selasa (13/1).

Selain buku-buku di atas, masih banyak buku koleksi lain yang dipajang di bangunan seluas sekitar 200 meter lebih itu. Misalnya buku warna merah berjudul Lembaran Negara tahun 1959. Buku ini berisi tentang materi UUD 45 tantang Bahan Makanan, Pembukaan Tanah, Dadan Perusahaan dan Produksi. Undang-Undang darurat, No 1 Tahun 1959. Juga terpajang buku Peta Sejarah Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Jawa Timur, TNI AU, dan Atlas Nasional Indonesia".

Buku-buku ensiklopedi juga cukup banyak menghiasi lemari perpusatakaan yang cukup jarang dikunjungi oleh anggota MPR, DPR dan DPD RI ini. Buku ensiklopedi tersebut diantaranya ada ensiklopedi agama, konstitusi, Al-Aur'an, Perpustakaan, Teknologi tentang Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ensiklopedia mantan (alm) Presiden Soeharto juga tak ketinggalan menjadi hiasan di perpustakaan tersebut.

Menurut Esa, ensiklopedia mantan penguasa Orde Baru selama 32 tahun ini terbagi menjadi 20 jilid dan diterbitkan oleh Antara Pustaka Utama, Jakarta pada 208 silam. Satu jilid ensiklopedi Soeharto ini berisi sebanyak 874 halaman.

"Ini semua Ensiklopedi Presiden Soeharto," tutup Esa sambari mengatakan tidak ada ensiklopedi mantan Presiden Sukarno. Sukarno yang dipajang di Perpustakaan MPR RI ini. (hur)

#Komisi I DPR #Anggota Dewan #Perpustakaan DPR RI #Perpustakaan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Wakil Ketua Komisi I DPR RI meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak konflik AS dan Iran, termasuk soal pasokan energi dan keamanan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Indonesia
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Komisi I DPR mengapresiasi langkah Kemlu RI dalam membebaskan 9 WNI yang ditangkap Israel.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
DPR Puji Pembebasan 9 WNI dari Israel, Sebut Diplomasi RI Dinilai Efektif
Indonesia
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Anggota Komisi I DPR Farah Puteri mengapresiasi langkah cepat pemerintah memulangkan 9 WNI relawan dan jurnalis yang sempat ditahan Israel.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Apresiasi Diplomasi RI Usai Pemulangan 9 WNI, Soroti Perlindungan Jurnalis Indonesia
Indonesia
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak pemerintah RI bersikap tegas usai aktivis dan jurnalis Indonesia ditangkap Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Indonesia
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Komisi I DPR berduka atas gugurnya anggota TNI akibat serangan Israel di Lebanon. Ia meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan prajurit.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Keselamatan Pasukan Jadi Prioritas
Indonesia
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
DPR RI meminta PBB mengevaluasi perlindungan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Investigasi transparan juga didorong.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
Indonesia
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
TB Hasanuddin mengingatkan risiko wacana pajak di Selat Malaka yang berpotensi melanggar UNCLOS dan memicu konflik serta respons negatif internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
DPR Ingatkan Risiko Pajak Selat Malaka, Bisa Picu Konflik Internasional
Indonesia
Komisi I DPR Kecam Tindakan Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Penggunaan fasilitas kesehatan untuk kepentingan propaganda militer merupakan tindakan yang sangat tidak pantas.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Komisi I DPR Kecam Tindakan Provokatif Israel di RS Indonesia Gaza, Tegaskan Langgar Hukum Internasional
Dunia
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Komisi I DPR mendesak investigasi insiden baku tembak yang menewaskan 15 warga sipil di Papua Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Soal Insiden di Papua Tengah, Komisi I DPR Dorong Investigasi Gabungan
Indonesia
Tak Cukup Wacana, DPR Desak Indonesia Ambil Langkah Konkret Hadapi Konflik Global
DPR menilai Indonesia harus mengambil langkah nyata menghadapi konflik global. Wacana saja dinilai tidak cukup untuk menjaga stabilitas nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Tak Cukup Wacana, DPR Desak Indonesia Ambil Langkah Konkret Hadapi Konflik Global
Bagikan