Ratusan ijazah Siswa di Bandung dan Cimahi Ditahan Sekolah
Siswa. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melansir jika 324 ijazah siswa ditahan berbagai sekolah di Kota Bandung, Kota Cimahi dan beberapa kabupaten di sekitarnya di Jawa Barat.
Dari 324 Kasus laporan penahanan ijazah yang kami terima, 31 kasus (9,6%) di sekolah negeri dan 293 kasus (90,4%) di sekolah swasta. 217 kasus di antaranya (67%) terjadi di kota Bandung dan 37 kasus (11,4%) terjadi di kota Cimahi.
Baca Juga:
Gus Iqdam Beri Ijazah ke Atikoh hingga Titip Sarung untuk Ganjar
"Kasus penahanan ijazah tersebut terjadi dari berbagai tingkatan, mulai dari lulusan TK hingga lulusan SMA sederajat," ungkap Ketua DPP PSI Furqan AMC dalam keteranganya, Rabu (27/12).
Ia memaparkan, dari data yang diterima, 99% ijazah ditahan sekolah karena tunggakan biaya. Terdapat 189 anak yang menunggak di bawah 5 juta rupiah atau sekitar 58,3%.
Sementata itu 29,3% atau 95 anak menunggak kisaran 5 juta rupiah hingga Rp 9.999.000. Adapun yang menunggak 10 juta rupiah hingga Rp 14.999.000 ada 31 anak (9,6%).
Sedangkan 2,2% lainnya atau 7 anak memiliki tunggakan cukup besar, yakni 15 juta rupiah hingga Rp 19.999.000. Bahkan terdapat 2 anak (0,6%) yang memiliki tunggakan lebih dari 20 juta rupiah.
Caleg DPR RI dapil Jabar 1 yang memiliki nama lengkap Furqan Amini M. Chan ini menyayangkan masih terjadi penahanan ijazah oleh sekolah. Bahkan untuk sekedar photo copy ijazahpun beberapa sekolah tidak mengizinkan.
Menurut Furqan, anak yang ditahan ijazahnya bisa terancam masa depannya karena tidak bisa melanjutkan pendidikan dan juga sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya jadi pengangguran.
"Lebih jauhnya kondisi tersebut akan mempengaruhi psikologis anak. Anak bisa jadi minder, tidak percaya diri", jelas Furqan.
"Besar harapannya pihak sekokah dapat segera membebaskan ijazah siswa yang ditahan, karena bagaimanpun ijazah adalah hak anak yang dijamin konstitusi" tegas Furqan.
Furqan menambahkan, bagi orang tua yang ijazah anaknya masih ditahan bisa menghubungi posko revolusi pendidikan di nomor 0813-1340-7788.
Tahun 2021 yang lalu Furqan yang juga aktivis 98 ini berhasil mendorong 13.000 lebih ijazah yang ditahan sekolah di Jawa Barat diproses tanpa sepersenpun biaya.
Saat itu Furqan mengawalinya dengan mengadvokasi 67 laporan kasus penahanan ijazah. Ia dan kader-kader PSI mendatangi Dinas Pendidikan Jawa Barat dan menyelenggarakan seminar nasional di hari pendidikan nasional terkait maraknya kasus penahanan ijazah.
Dinas Pendidikan Jawa Barat, kata Furqon, oknum sekolah yang menahan ijazah bisa dikenai sanksi. Dinas Pendidikan Jawa Barat kemudian merespon dengan meluncurkan aplikasi pengaduan online bernama Silapiz dan memerintahkan seluruh SMA dan SMK se Jawa Barat untuk menyelenggarakan pekan pengambilan ijazah. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Cabut Ijazah Gibran
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Gedung Sekolah Hancur Diterjang Bencana, DPR Semprot Pemerintah: Jangan Biarkan Anak-anak Putus Sekolah
Permendikdasmen Sekolah Aman Terbit, DPR Dorong Pendidikan Lebih Humanis
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Revitalisasi 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia Dimulai Tahun 2026
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing