PNM Peduli Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Hadirkan Ruang Belajar Layak untuk Anak di Wilayah 3T

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
PNM Peduli Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Hadirkan Ruang Belajar Layak untuk Anak di Wilayah 3T

PNM memperkuat akses pendidikan melalui revitalisasi sekolah di kawasan 3T. (Foto: Dok. PNM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan PNM untuk memperkuat akses pendidikan melalui revitalisasi sekolah, perbaikan sanitasi, dan penyediaan fasilitas belajar di Desa Wae Moto, Manggarai Barat.

Di pelosok Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terdapat Desa Wae Moto yang masuk dalam kategori kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Di wilayah dengan akses yang masih terbatas tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi siswa-siswi SD Inpres Wae Moto, pendidikan dipandang sebagai jalan untuk keluar dari keterbatasan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih sejahtera.

Namun, semangat belajar mereka selama ini masih dihadapkan pada kondisi sarana pendidikan yang memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur sekolah hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan yang belum sepenuhnya memadai.

Baca juga:

Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T

PNM Peduli Hadirkan Revitalisasi Sekolah

Memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli menghadirkan revitalisasi SD Inpres Wae Moto.

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kualitas pendidikan di wilayah 3T dengan memperbaiki lingkungan belajar agar lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas belajar mengajar.

Revitalisasi yang dilakukan meliputi renovasi ruang kelas, perbaikan fasilitas sanitasi dan akses kebersihan, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah berdasarkan kebutuhan yang dihimpun bersama pihak sekolah.

Langkah ini didasarkan pada keyakinan bahwa lingkungan belajar yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa selama beraktivitas di sekolah.

Semangat Anak Wae Moto Menjadi Inspirasi

Semangat belajar anak-anak Wae Moto tergambar dari kisah Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang setiap hari berangkat ke sekolah dengan tekad untuk membanggakan kedua orang tuanya.

"Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," tutur Mariva.

Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan perjuangan banyak anak di Desa Wae Moto yang menyadari bahwa kesempatan bersekolah merupakan hasil kerja keras keluarga mereka. Kesadaran itu menjadikan pendidikan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghargaan atas pengorbanan orang tua.

Baca juga:

Danantara Apresiasi Model Pemberdayaan PNM, Ruang Pintar hingga PKM Jadi Sorotan

Selain memperbaiki bangunan sekolah, PNM juga memberikan perhatian pada peningkatan fasilitas sanitasi dan kebersihan.

Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih, keberadaan fasilitas sanitasi yang memadai dinilai penting untuk mendukung kesehatan siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan aman, sehat, dan lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka.

Pemberdayaan Tak Berhenti pada Permodalan

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan akses permodalan bagi nasabah PNM Mekaar, tetapi juga mencakup pendampingan usaha yang memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga, termasuk masa depan anak-anak mereka.

Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka,

Direktur Utama PNM, Kindaris.

Menurut PNM, pemberdayaan ekonomi perempuan seharusnya memberikan manfaat yang berkelanjutan hingga kepada generasi berikutnya.

Di SD Inpres Wae Moto sendiri, sebanyak 14 dari total 64 siswa merupakan anak dari nasabah PNM Mekaar.

Melalui program PNM Peduli, perusahaan berharap kehadiran ruang belajar yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang memadai, serta sarana pendidikan yang lebih lengkap dapat membantu anak-anak di Wae Moto terus belajar, tumbuh sehat, dan menjaga mimpi mereka tetap menyala. (*)

#PNM #Sekolah #Kawasan 3T
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Sebut 71 Ribu Lebih Sekolah Sudah Diperbaiki hingga Tahun 2026 ini
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 100 ribu sekolah tahun depan.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Sebut 71 Ribu Lebih Sekolah Sudah Diperbaiki hingga Tahun 2026 ini
Indonesia
Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Minta Sistem Keamanan Dievaluasi
Komisi III DPR menyoroti temuan ratusan senjata di sekolah Jakarta Selatan. DPR meminta adanya evaluasi pengamanan.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Minta Sistem Keamanan Dievaluasi
Indonesia
Cegah Trauma Siswa, Sekolah Pondok Pinang Terapkan PJJ Hingga Jumat Usai Temuan 995 Senjata
Sekolah swasta di Pondok Pinang, Jaksel, terapkan PJJ sepekan usai temuan 995 senjata, amunisi, dan narkoba di ruangan yayasan.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Cegah Trauma Siswa, Sekolah Pondok Pinang Terapkan PJJ Hingga Jumat Usai Temuan 995 Senjata
Indonesia
3 Fakta Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, hanya Satu Senjata Api
Lokasi yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman bagi siswa itu justru menyimpan ratusan senjata di salah satu ruangannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
3 Fakta Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Jakarta Selatan, hanya Satu Senjata Api
Indonesia
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran. Pemerintah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional, termasuk materi, tampilan, dan bahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Indonesia
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Aparat perlu membongkar dari mana senjata-senjata tersebut berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja pihak yang terlibat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi Didesak Ungkap Jaringan Pemasok 996 Pucuk Senjata Disimpan di Sekolah Kebayoran Lama
Indonesia
DPR Minta Kasus Penemuan Senjata di Sekolah Diusut Tuntas, Sebut Bisa Ancam Keamanan Negara
Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
DPR Minta Kasus Penemuan Senjata di Sekolah Diusut Tuntas, Sebut Bisa Ancam Keamanan Negara
Indonesia
Polisi akan Panggil Eks Ketua Yayasan Sekolah Pondok Pinang Terkait Temuan 995 Senjata
Polres Metro Jakarta Selatan berencana memanggil eks Ketua Yayasan berinisial IWD untuk mendalami keterkaitannya dengan temuan 995 airsoft gun dan senjata lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi akan Panggil Eks Ketua Yayasan Sekolah Pondok Pinang Terkait Temuan 995 Senjata
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Indonesia
Polisi Selidiki 995 Senjata di Yayasan Sekolah Pondok Pinang, Dalami Izin Kepemilikan
Polisi menyelidiki penemuan 995 senjata di yayasan sekolah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, termasuk kepemilikan, dokumen, dan perizinannya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Polisi Selidiki 995 Senjata di Yayasan Sekolah Pondok Pinang, Dalami Izin Kepemilikan
Bagikan