MerahPutih.com - Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan PNM untuk memperkuat akses pendidikan melalui revitalisasi sekolah, perbaikan sanitasi, dan penyediaan fasilitas belajar di Desa Wae Moto, Manggarai Barat.
Di pelosok Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terdapat Desa Wae Moto yang masuk dalam kategori kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Di wilayah dengan akses yang masih terbatas tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Bagi siswa-siswi SD Inpres Wae Moto, pendidikan dipandang sebagai jalan untuk keluar dari keterbatasan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih sejahtera.
Namun, semangat belajar mereka selama ini masih dihadapkan pada kondisi sarana pendidikan yang memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur sekolah hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan yang belum sepenuhnya memadai.
Baca juga:
Transformasi PNM di Bawah Danantara, Perluas Pemberdayaan UMKM hingga Wilayah 3T
PNM Peduli Hadirkan Revitalisasi Sekolah
Memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli menghadirkan revitalisasi SD Inpres Wae Moto.
Program tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kualitas pendidikan di wilayah 3T dengan memperbaiki lingkungan belajar agar lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas belajar mengajar.
Revitalisasi yang dilakukan meliputi renovasi ruang kelas, perbaikan fasilitas sanitasi dan akses kebersihan, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah berdasarkan kebutuhan yang dihimpun bersama pihak sekolah.
Langkah ini didasarkan pada keyakinan bahwa lingkungan belajar yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa selama beraktivitas di sekolah.
Semangat Anak Wae Moto Menjadi Inspirasi
Semangat belajar anak-anak Wae Moto tergambar dari kisah Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang setiap hari berangkat ke sekolah dengan tekad untuk membanggakan kedua orang tuanya.
"Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," tutur Mariva.
Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan perjuangan banyak anak di Desa Wae Moto yang menyadari bahwa kesempatan bersekolah merupakan hasil kerja keras keluarga mereka. Kesadaran itu menjadikan pendidikan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghargaan atas pengorbanan orang tua.
Baca juga:
Danantara Apresiasi Model Pemberdayaan PNM, Ruang Pintar hingga PKM Jadi Sorotan
Selain memperbaiki bangunan sekolah, PNM juga memberikan perhatian pada peningkatan fasilitas sanitasi dan kebersihan.
Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih, keberadaan fasilitas sanitasi yang memadai dinilai penting untuk mendukung kesehatan siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.
Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan aman, sehat, dan lebih percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka.
Pemberdayaan Tak Berhenti pada Permodalan
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pemberdayaan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan akses permodalan bagi nasabah PNM Mekaar, tetapi juga mencakup pendampingan usaha yang memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga, termasuk masa depan anak-anak mereka.
Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka,
Direktur Utama PNM, Kindaris.
Menurut PNM, pemberdayaan ekonomi perempuan seharusnya memberikan manfaat yang berkelanjutan hingga kepada generasi berikutnya.
Di SD Inpres Wae Moto sendiri, sebanyak 14 dari total 64 siswa merupakan anak dari nasabah PNM Mekaar.
Melalui program PNM Peduli, perusahaan berharap kehadiran ruang belajar yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang memadai, serta sarana pendidikan yang lebih lengkap dapat membantu anak-anak di Wae Moto terus belajar, tumbuh sehat, dan menjaga mimpi mereka tetap menyala. (*)