Ranu Pani-Ranu Regulo Berubah Jadi 'Laut Es', Wisatawan Diminta Jangan Injak Tanaman

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 11 Juli 2025
Ranu Pani-Ranu Regulo Berubah Jadi 'Laut Es', Wisatawan Diminta Jangan Injak Tanaman

Ilustrasi: Wisatawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Minggu (3/11). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengonfirmasi bahwa aktivitas wisata di Ranu Regulo tetap aman meskipun terjadi fenomena embun es (embun upas).

Menurut Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, suhu di lokasi bisa mencapai 5 derajat Celsius. Fenomena serupa juga terpantau di Ranu Pani.

"Kondisi tetap aman, cuma suhu lebih dingin saja," kata Endrip Wahyutama, Jumat (11/7).

Baca juga:

Gunung Semeru Erupsi lagi Lontarkan Asap Setinggi 700 Meter, Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Awan Panas

Embun upas adalah kejadian tahunan di pegunungan, sering muncul menjelang musim kemarau, dan juga terjadi di gunung lain.

TNBTS mengimbau wisatawan yang berkunjung ke Ranu Pani, Ranu Regulo, atau Gunung Bromo untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Penting untuk mengenakan pakaian dan jaket tebal, sarung tangan, serta penutup kepala guna mencegah hipotermia.

Selain itu, wisatawan diminta menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menyentuh atau menginjak tanaman yang tertutup embun upas, demi melindungi ekosistem dan mencegah kerusakan vegetasi serta bentang alam.

Baca juga:

Investor China Kabur, Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani Batal

Fenomena embun upas di Ranu Pani ini terlihat jelas dalam unggahan Instagram @ranupani_indonesia, menunjukkan jok sepeda motor yang tertutup lapisan es tipis, dengan keterangan "sudah waktunya air menjadi padat". Unggahan video tersebut disukai oleh 753 pengguna Instagram.

#Gunung Bromo #Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru #Fenomena Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Mulai 14 Agustus? BNPB Tunggu Akurasi Prediksi BMKG
Kendala utama adalah belum terbentuknya awan konvektif yang menjadi syarat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Mulai 14 Agustus? BNPB Tunggu Akurasi Prediksi BMKG
Indonesia
Kendala Utama Pemadaman Kebakaran Bromo, Pasokan Air Cuma dari Danau Ranu Pani
Kendala utama pemadaman adalah keterbatasan sumber air, yang saat ini hanya bisa mengandalkan pasokan dari Danau Ranu Pani.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Kendala Utama Pemadaman Kebakaran Bromo, Pasokan Air Cuma dari Danau Ranu Pani
Indonesia
Begini Proses Refund Bagi Wisatawan Terdampak Penutupan Gunung Bromo Karena Kebakaran
Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, total pengunjung yang telah melakukan pembelian tiket daring dalam periode itu ada sebanyak 3.062 orang
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Begini Proses Refund Bagi Wisatawan Terdampak Penutupan Gunung Bromo Karena Kebakaran
Indonesia
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Paling Cepat Bisa Dilakukan 10 Hari Lagi
Kebakaran hutan di TNBTS Bromo-Semeru meluas hingga 530 hektar. OMC belum bisa dilakukan karena awan konvektif belum terbentuk
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Paling Cepat Bisa Dilakukan 10 Hari Lagi
Indonesia
Area Kebakaran di kawasan Gunung Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan Terbakar
membesarnya kebakaran disebabkan hembusan angin yang cukup kencang sejak siang kemarin, sehingga api mampu menjalar dengan cepat dari sisi atas tebing ke arah bawah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Area Kebakaran di kawasan Gunung Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan Terbakar
Indonesia
7 Hari Kobaran Api Makin Mengganas, Kawasan Bromo-Semeru Ditutup Total
Kebakaran hutan di Bromo-Semeru meluas hingga 176 hektare. Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses masuk wisata.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
7 Hari Kobaran Api Makin Mengganas, Kawasan Bromo-Semeru Ditutup Total
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Fenomena api misterius lebih dari 90 kali muncul di Sleman. Pemkab tunggu hasil kajian tim UGM, BRIN, dan BPPTKG untuk tentukan langkah darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
ShowBiz
Yellow Claw Bikin Videoklip di Gunung Bromo, Disulap Jadi Bulan
Hamparan pasir luas, kabut tipis, serta siluet pegunungan memberikan nuansa sinematik yang kuat, menyatu dengan karakter musik Yellow Claw.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Yellow Claw Bikin Videoklip di Gunung Bromo, Disulap Jadi Bulan
Lifestyle
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Fenomena langit April 2026 lengkap: Pink Moon, hujan meteor, dan komet. Cek jadwal fenomena langit hari ini yang bisa diamati dari Indonesia.
ImanK - Minggu, 29 Maret 2026
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Bagikan