Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Yellow Claw Bikin Videoklip di Gunung Bromo, Disulap Jadi Bulan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Yellow Claw Bikin Videoklip di Gunung Bromo, Disulap Jadi Bulan

Yellow Claw lepas video musik baru. (Foto: dok/yellow claw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DUO elektronik asal Belanda, Yellow Claw, kembali mencuri perhatian dengan langkah kreatif mereka yang kali ini memilih Indonesia sebagai lokasi syuting video musik terbaru. Tak tanggung-tanggung, kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur dipilih sebagai latar utama, menghadirkan lanskap dramatis yang memperkuat atmosfer visual karya mereka.

Keputusan memilih Bromo bukan tanpa alasan. Hamparan pasir luas, kabut tipis, serta siluet pegunungan yang khas memberikan nuansa sinematik yang kuat, seolah menyatu dengan karakter musik Yellow Claw yang dikenal intens, energik, dan penuh dinamika. Visual alam yang kontras antara sunyi dan megah ini menjadi elemen penting dalam membangun cerita di balik video musik tersebut.

Proses syuting yang berlangsung di kawasan wisata ikonis ini juga menarik perhatian masyarakat setempat maupun penggemar musik elektronik. Kehadiran tim produksi internasional di lokasi yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia ini menjadi bukti bahwa potensi lanskap alam Tanah Air semakin dilirik industri kreatif global.

Dalam beberapa potongan visual yang beredar, tampak perpaduan antara elemen budaya lokal dan sentuhan modern khas produksi musik elektronik. Hal itu memperlihatkan upaya Yellow Claw untuk tidak sekadar menjadikan lokasi sebagai latar, tetapi juga sebagai bagian dari narasi yang lebih luas.

Baca juga:

Menteri Kebudayaan Jadi Sesepuh Tengger: Menguak Kekuatan Adat di Kaki Gunung Bromo


Langkah ini sekaligus memperkuat hubungan antara musisi internasional dan Indonesia yang selama ini dikenal memiliki basis penggemar musik elektronik yang besar. Selain itu, pemilihan Bromo sebagai lokasi syuting juga berpotensi meningkatkan eksposur pariwisata Indonesia di mata dunia, mengingat jangkauan global yang dimiliki Yellow Claw.

Hal menarik lainnya yaitu Yellow Claw menampilkan karya musik ini dalam durasi yang cukup panjang, yaitu 38 menit. Alhasil, banyak spot di area Bromo yang mereka eksplorasi lebih jauh. Semua titiknya tetap sesuai konsep 'planet interstellar' yang ingin mereka bangun.(Far)



Baca juga:

TNBTS Gelar Upacara HUT RI di Lautan Pasir Gunung Bromo

#Musik #Gunung Bromo #Lagu Baru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
Kanye West dipastikan menggelar konser 'Ye Live in Jakarta' pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Simak jadwal penjualan tiketnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Kanye West Resmi Gelar Konser 'Ye Live in Jakarta', Catat Tanggal dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
Pada bagian pembuka, YAYAYA menghadirkan nuansa sendu melalui lirik yang mengisahkan seseorang yang masih terjebak dalam kenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Lagu 'YAYAYA' Uno Laothong Viral, ini Lirik dan Maknanya
ShowBiz
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
RESCENE kembali dengan special single 'Pretty Girl'. Lewat lagu ini, girl group K-pop tersebut mengajak pendengar memaknai kecantikan sebagai keberanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
RESCENE Rilis Special Single 'Pretty Girl', Angkat Pesan Percaya Diri dan Cinta Diri
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
Bagikan