Merahputih.com - Deru mesin bus antar kota mulai memadati area parkir terminal Lebak Bulus, membawa aroma solar serta harapan para perantau untuk segera memeluk keluarga di kampung halaman. Namun, di balik keriuhan tawa penumpang, terselip ancaman nyata dalam kabin kendaraan besi tersebut.
Petugas lapangan menemukan banyak bus nekat beroperasi tanpa alat keselamatan standar saat melakukan Ramp Check Lebak Bulus 2026 demi menjamin keamanan warga.
Baca juga:
Gubernur Pramono Berangkatkan Pemudik Gratis Pemprov DKI Tujuan ke Pulau Jawa dan Sumatra
Ketiadaan alat pemecah kaca mendominasi temuan bus tidak laik jalan selama pemeriksaan Angkutan Lebaran 2026 di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Pihak pengelola terminal terus menyisir setiap sudut armada guna memastikan standar keselamatan terpenuhi sebelum keberangkatan.
"Tidak ada pemecah kaca, jadi temuan paling sering saat uji kelaikan jalan bus," kata Kepala Terminal Lebak Bulus Joni Budhi, Selasa (17/3).
Kursi Tambahan Halangi Jalur Darurat
Pemeriksaan kelayakan kendaraan berlangsung rutin mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Joni menjelaskan, masalah pemecah kaca muncul lantaran pemilik bus memasang bangku tambahan secara ilegal.
Keberadaan kursi ekstra tersebut menutupi akses jalur darurat bagi penumpang saat kondisi genting.
Selain ketiadaan alat pemecah kaca, petugas mendapati alat pemadam api ringan (APAR) sudah kedaluwarsa serta kondisi ban tidak sesuai standar keamanan.
Meski temuan ban tidak mendominasi, kondisi tersebut tetap mendapat perhatian serius karena berisiko memicu kecelakaan fatal di jalan tol.
"Misalkan APAR-nya sudah kedaluwarsa dan juga rem ban," ucap Joni menegaskan urgensi perbaikan armada.
Prediksi Puncak Mudik Besok
Pengelola Terminal Lebak Bulus memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada 17–18 Maret. Estimasi tersebut merujuk pada lonjakan signifikan jumlah penumpang keberangkatan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Tercatat sebanyak 903 penumpang meninggalkan Jakarta Selatan sejak H-8 hingga H-5 dengan rute tujuan favorit menuju Cirebon.
Baca juga:
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Data akumulasi menunjukkan tren kenaikan setiap hari. Pada 13 Maret (H-8), terdapat 25 bus membawa 246 penumpang. Angka tersebut naik pada 14 Maret (H-7) menjadi 29 bus dengan 251 penumpang.
Meski sempat turun pada 15 Maret (H-6), volume keberangkatan kembali melonjak pada 16 Maret (H-5) mencapai 240 orang menggunakan 29 bus. Petugas terminal berkomitmen memperketat pengawasan hingga seluruh pemudik sampai ke tujuan secara aman.