Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ramadan Momentum Latih Mengendalikan Nafsu

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 07 Juni 2016
Ramadan Momentum Latih Mengendalikan Nafsu

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menyampaikan kultum Ramadan di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (6/6). (Foto: kemenag.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan sejak Senin (6/6). Pada bulan Ramadan, harus menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya, dari mulai terbit matahari hingga terbenam.

Pada hari pertama Ramadan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) Ramadan di kantornya, tepatnya di Musala Attarbiyah, gedung Kementerian Agama lantai 6, Jakarta. Di sana, Menteri Lukman menyampaikan tausiah di depan para aparatur Kemenag.

Menteri Lukman mengajak untuk lebih memaknai puasa, tidak sekadar menahan makan, minum, dan menahan berhubungan suami-istri. Puasa berarti penendalian diri. Hakikat menahan diri adalah pengendalian hawa nafsu. Nah, bulan Ramadan ini merupakan kesempatan penting untuk melatih dan mengendalikan hawa nafsu.

“Mengapa nafsu harus dikendalikan? Karena segala kerusakan di muka bumi ini berawal dari nafsu. Semua masalah, dari persoalan bangsa, masyarakat, RT/RW, tetangga hingga keluarga atau bahkan diri sendiri, semua berawal dari ketidakmampuan kita mengendalikan nafsu,” kata Menteri Lukman, Senin (06/06), seperti dilansir situs resmi Kemenag.

Menteri Lukman menjelaskan tentang pembagian hawa nafsu tesebut. Alquran memilah nafsu menjadi tiga. Petama nafsu mutmainnah yaitu nafsu yang membuat pemiliknya tenang dalam ketaatan. Kedua nafsu ammarah. Nafsu ammarah ini sangat berbahaya apabila melekat pada diri seorang manusia karena mengarahkan kepada perbuatan buruk. Sementara nafsu yang ketiga nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang sudah menggenal baik dan buruk tapi condong ke keburukan.

Menteri Lukman juga melanjutkan, dengan menjalankan syariat puasa, umat Islam diharapkan akan lebih arif atau bijak dalam menghadapi segala persoalan. Orang yang arif atau bijak itu lebih dari sekedar tahu atau paham, tapi juga mengetahui implikasi dan beroreinstasi masa depan. Bahkan mampu memahami latar belakang dari sebuah persoalan.

Selain itu, Menag juga mengingatkan pentingnya dampak puasa dalam kehidupan sosial. Menurutnya, ketaatan hamba Allah sebagai khalifah harus direfleksikan dalam fungsi sosial. “ Jadi jangan lagi punya anggapan, saya buru-buru pulang, saya tinggalkan pekerjaan di kantor, karena di rumah mau baca Alquran atau ibadah mahdhoh lainya. Padahal masih harus menjalankan tugas melayani,” tutur Menag.

“Menjalankan fungsi sosial juga ibadah, Islam tidak memisahkan itu. Fungsi sosial bagian dari esensi ajaran agama,” tambahnya sembari mengapresisai acara kultum ini sebagai tradisi baik.

BACA JUGA:

  1. Wakil Wali Kota Depok Awasi PNS di Bulan Ramadan
  2. Ramadan Pertama di Masjid Al-Azhom Tangerang
  3. Polemik Warteg di Bulan Suci Ramadan
  4. Video Selamat Ramadan Ridwan Kamil untuk Warga Bandung
  5. Ramadan, Irma Darmawangsa Promosikan Single Jomblo Akut
#Bulan Ramadan #Lukman Hakim Saifuddin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Tradisi
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Jaburan adalah tradisi berbagi makanan saat Ramadan di Jawa. Simak asal-usul, makna, dan nilai sedekah di balik tradisi ini.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Mengenal Tradisi Jaburan, Budaya Berbagi Makanan saat Ramadan di Tanah Jawa
Indonesia
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
“Pentingnya sikap saling menghormati antarumat beragama, sehingga tidak diperlukan tindakan sepihak,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Frengky Aruan - Rabu, 18 Februari 2026
MUI ‘Haramkan’ Sweeping Tempat Makan yang Buka Siang Hari saat Bulan Ramadan
Indonesia
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Keputusan pemerintah tahun ini berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menetapkan awal Ramadan satu hari lebih awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Jatuh Kamis 19 Februari
Indonesia
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Chico Hakim menambahkan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melanggar ketertiban umum
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Indonesia
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Kiai Anwar menyoroti bahwa keragaman dalam menentukan awal puasa justru menunjukkan sisi egaliter kehidupan beragama di Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan, Ketum MUI: Itu Dinamika Ijtihad, Jangan Saling Mengkafirkan
Lifestyle
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Tradisi munggahan adalah budaya masyarakat Sunda menjelang Ramadan. Simak makna, sejarah, waktu pelaksanaan, dan perbedaannya dengan cucurak.
ImanK - Kamis, 12 Februari 2026
Mengenal Tradisi Munggahan, Cara Masyarakat Sambut Ramadan
Lifestyle
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Keunikan tradisi ini terletak pada penyajian makanan khas bernama Puli
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Lifestyle
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Pada periode ini, intensitas ibadah biasanya meningkat tajam karena masyarakat meyakini adanya keberkahan khusus yang diturunkan Allah SWT
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Indonesia
Masjid Istiqlal Gelar Sejumlah Program Ramadan, Ada 4 Ribu Boks untuk Buka Puasa dan Sahur Tiap Harinya
Masjid Istiqlal akan mengadakan sejumlah program selama bulan suci Ramadan 2025/1446 Hijriah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Februari 2025
Masjid Istiqlal Gelar Sejumlah Program Ramadan, Ada 4 Ribu Boks untuk Buka Puasa dan Sahur Tiap Harinya
Indonesia
Jam Kerja ASN DKI Disesuaikan Selama Ramadan, Senin - Kamis Pulang Jam 3 Sore
Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Ramadan 1446 Hijriah sesuai dengan pedoman dari Keputusan Menteri Agama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Februari 2025
Jam Kerja ASN DKI Disesuaikan Selama Ramadan, Senin - Kamis Pulang Jam 3 Sore
Bagikan