Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Keseatan

Ragam Karbohidrat Pangan Lokal

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 09 Oktober 2022
Ragam Karbohidrat Pangan Lokal

Ada banyak sumber karbohidrat selain nasi. (foto: pexels-iconcom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UNGKAPAN 'belum makan kalau belum mengonsumsi nasi' lekat banget dengan orang Indonesia. Ya, tak dimungkiri, nasi merupakan karbohidrat nan umum di Tanah Air.

Padahal nih, selain nasi, ada berbagai sumber karbohidrat yang ada di Indonesia. Salah satu yang mulai hit dikenal yakni porang. Beras yang terbuat dari umbi porang kini mulai diminati. Hal iru seiring dengan usaha untuk mengenalkan sumber karbohidrat selain nasi. Berikut sumber karbohidrat selain beras yang berasal dari pangan lokal Indonesia.

BACA JUGA: Pangan di Masa Sulit ala Indonesia


1. Kentang

potato
Kentang bisa diolah menjadi berbagai sajian lezat.(foto: pixabay/fujio01)

Kentang adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan. Tanaman umbi ini menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.

Di Indonesia, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah. Meskipun demikian, kentang merupakan makanan yang enak serta sangat bernutrisi. Kentang mengandung sejumlah vitamin, yaitu A, B-kompleks, C, juga asam folat. Selain itu, umbi tanaman yang banyak dikembangkan di dataran tinggi ini mengandung mineral, protein, karbohidrat, karotenoid, dan polifenol. Dalam tubuh kentang, juga ada zat solanin yang dikenal sebagai obat penenang, antikejang, antijamur, dan pestisidal.

Kentang punya rasa yang enak dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Enggak cuma enak, kentang bisa diolah menjadi aneka makanan lezat, seperti mashed potato, baked potato dengan aneka topping, sup kentang, hingga potato balls.


2. Jagung

corn
Jagung bakar pas untuk sumber karbohidrat kamu. (foto: pixabay/tesaphotography)

Selain gandum dan padi, jagung juga sumber karbohidrat yang penting di dunia. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung merupakan pangan pokok. Sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia juga menjadikan jagung sebagai bahan makanan pokok.

Bagian jagung yang biasa dikonsumsi ialah bijinya, baik masih muda ketika isinya belum mengering maupun setelah tua dan mengering. Biji kering dapat dihaluskan menjadi tepung jagung (maizena). Maizena merupakan bahan untuk berbagai kue dan penganan olahan serta untuk bahan baku pembuatan bihun.

Di Jawa Timur, biji jagung kering ditumbuk agak halus untuk mendapatkan beras jagung. Setelah dikukus atau ditanak, tumbukan itu menjadi nasi jagung. Nasi jagung yang murni atau bercampur nasi umum jadi makanan pokok, terutama di wilayah Jatim yang mendapat pengaruh dari budaya Madura.

Jagung punya rasa manis dan tekstur yang renyah. Itulah yang bikin jagung selalu menjadi favorit banyak orang. Biarpun diolah dengan cara sederhana, jagung mampu memberikan citarasa lezat. Cukup dengan dikukus atau direbus begitu saja, jagung sudah lezat dan mengenyangkan. Biar makin enak, kamu bisa lo menambahkan susu kental manis dan keju ke dalam jagung rebus atau kukus pipil. Enak!


3. Singkong

cassava
Singkong bisa disajikan dengan direbus atau digoreng.(foto: pixabay/RodrigoEudigo0)

Di beberapa daerah, singkong dikenal dengan nama ubi kayu ataupun ketela pohon. Singkong sendiri merupakan nama lokal di kawasan Jawa Barat untuk tanaman ini. Istilah 'ubi kayu' dan 'ketela pohon' dipakai dalam bahasa Melayu secara luas.

Tanaman singkong adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat, sedangkan daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran.

Karena kandungan utama singkong ialah pati dan sedikit glokusa, bahan makanan ini amat cocok dijadikan sumber karbohidrat pengganti nasi. Singkong juga tinggi serat. Hal itu membuatnya sangat cocok dikonsumsi untuk sahur atau berbuka puasa.

Cara mengolah singkong juga gampang lo. Kamu bisa merebus, menggoreng, atau mengukusnya. Beberapa olahan nikmat singkong yaitu singkong rebus, singkong goreng, getuk, dan tiwul.


4. Ubi

sweet potato
Ubi juga bisa diolah dengan gaya kekinian. (foto: pixabay/auntmasako)

Umbi-umbian lain yang bisa kamu asup untuk sumber karbohidrat ialah ubi jalar. Orang kekinian mengenal ubu jalar dengan nama sweet potato. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran.

Selain karbohidrat sebagai kandungan utamanya, ubi jalar juga mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa). Berdasarkan riset yang dilakukan Institut Pertanian Bogor, ubi jalar merah yang berasal dari Papua mengandung senyawa beta karotena yang mampu menurunkan infeksi HIV/AIDS. Oleh karena itu, ubi jalar merah diusulkan menjadi diet utama penderita HIV/AIDS.

Jika dibandingkan dengan bahan makanan pokok lain, ubi jalar biasa memiliki kandungan senyawa pembentuk vitamin A tertinggi, mencapai 89% kebutuhan harian. Beta karotena termasuk salah satu senyawa pembentuk vitamin A.

Ubi jalar punya rasa yang manis dengan tekstur yang pulen. Mengolahnya juga mudah. Kamu bisa menyulap ubi jalar jadi sandwich dengan berbagai isian. Selain itu, di kuliner khas Tanah Air, menu berbahan ubi jalar juga banyak, sebut saja klepon, bolu kukus ubi, dan bola-bola ubi.

5. Sagu

sagu papeda
Papeda merupakan olahan sagu yang digemari. (foto: instagram @makxnum_id)

Orang Maluku dan Papua yang tinggal di wilayah pesisir lebih mengenal sagu sebagai makanan pokok. Sagu merupakan tepung atau olahan yang didapat dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu.

Untuk mendapatkan tepung sagu, ada berbagai proses yang dilalui. Pertama pohon sagu ditebang hingga tersisa batangnya saja. Batang itu dibelah memanjang untuk diambil bagian dalamnya. Teras batang itu kemudian dihaluskan dan disaring. Hasil saringan dicuci kemudian diambil bagian patinya. Pati itulah yang diolah untuk dijadikan tepung.

Sagu diolah menjadi papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Di daerah asalnya, sagu dijual dalam bentuk tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi.

Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa. Kondisi itu menguntugkan secara ekologis, tapi walaupun secara ekonomi kurang menguntungkan karena sulit untuk distribusi.

Untuk urusan nutrisi, sagu cukup lengkap. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.(dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Lifestyle
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Ramalan shio besok 19 Juni 2026: prediksi asmara, karier, keuangan, hingga 5 shio paling beruntung dengan peluang rezeki dan keberuntungan besar.
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
5 Shio Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki Besok 19 Juni 2026
Bagikan