Putin Tegaskan Rusia Bisa Pakai Nuklir Jika Diserang

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 26 September 2024
Putin Tegaskan Rusia Bisa Pakai Nuklir Jika Diserang

Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (20/10/2022) menginspeksi pelatihan personel rekrutan baru yang akan berpartisipasi dalam operasi militer khusus di Ukraina. (ANTARA/XINHUA/pri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa Rusia dapat melawan dengan senjata nuklir jika diserang dengan senjata konvensional.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia yang disiarkan televisi, Putin mengumumkan bahwa berdasarkan revisi yang direncanakan, serangan terhadap negara tersebut oleh kekuatan non-nuklir dengan partisipasi atau dukungan kekuatan nuklir akan dilihat sebagai serangan bersama terhadap Federasi Rusia.

Putin menekankan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan konvensional yang menimbulkan ancaman kritis terhadap kedaulatan negaranya, demikian seperti diberitakan Aljazeera, Kamis (26/9).

Presiden Rusia adalah pembuat keputusan utama mengenai persenjataan nuklir Rusia dan perlu memberikan persetujuan akhir terhadap keputusan peluncuran senjata tersebut.

Baca juga:

Rusia akan Serang Pembangkit Listrik Bertenaga Nuklir Ukraina

Perubahan tersebut tampaknya secara signifikan menurunkan ambang batas bagi Rusia untuk menggunakan senjata atom dan terjadi saat sekutu Barat Ukraina mempertimbangkan apakah akan mengizinkan negara itu menggunakan senjata jarak jauh untuk menyerang target militer jauh di dalam Rusia.

Putin tidak merujuk langsung ke Ukraina, tetapi mengatakan revisi terhadap doktrin tersebut diperlukan mengingat lanskap global yang berubah dengan cepat telah menciptakan ancaman dan risiko baru bagi Rusia.

Rusia secara perlahan namun bertahap memperoleh kemajuan di Ukraina sejak melancarkan invasi besar-besaran ke negara itu dua setengah tahun lalu dan berupaya menghalangi sekutu Barat untuk memperkuat dukungan mereka.

Putin telah membuat beberapa ancaman tersirat mengenai serangan nuklir sejak meluncurkan perangnya dan telah menangguhkan keikutsertaan Rusia dalam perjanjian New START dengan AS, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan masing-masing pihak. (ikh)

#Rusia
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Delegasi Indonesia meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Indonesia
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Rusia menegaskan tetap memasok minyak ke Indonesia sesuai perjanjian meski menghadapi sanksi Uni Eropa.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Indonesia
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Rusia tetap dalam kondisi baik, meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Dunia
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Angkatan bersenjata Rusia akan menjalankan semua langkah yang diperlukan demi memastikan keamanan saat perayaan Hari Kemenangan di Moskow.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Rusia dan Ukraina Umumkan Gencatan Masing Masing Selama 2 Hari di Waktu Berbeda
Indonesia
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
Indonesia
Presiden Prabowo akan ‘Pilih’ WNI untuk Pergi ke Luar Angkasa Bersama Rusia
Rencana itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam diskusi di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Presiden Prabowo akan ‘Pilih’ WNI untuk Pergi ke Luar Angkasa Bersama Rusia
Indonesia
Rusia Bangun Kilang Minyak Besar di Indonesia, Bantu Ketahanan Energi Tanah Air
Keputusan itu berdasarkan pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu di Moskow, Rusia.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Rusia Bangun Kilang Minyak Besar di Indonesia, Bantu Ketahanan Energi Tanah Air
Indonesia
Bahlil Pastikan Pasokan Minyak Mentah Aman hingga Akhir 2026, Termasuk dari Rusia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila memastikan, pasokan minyak mentah aman hingga akhir 2026. Indonesia baru saja mengamankan kerja sama dengan Rusia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Bahlil Pastikan Pasokan Minyak Mentah Aman hingga Akhir 2026, Termasuk dari Rusia
Bagikan