Pustaka Widyatama Terbitkan Buku Tak Pantas bagi Anak
Buku terbitan Pustaka Widyatama Terbitkan yang memasukkan unsur-unsur LGBT. (Istimewa)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menerima laporan terkait beredarnya buku bacaan anak-anak yang mengandung hal tak pantas.
Setelah menyelesaikan polemik buku IPS yang memuat Yerusalem ibu kota Israel, kali ini KPAI menerima laporan peredaran buku bacaan anak mengandung unsur penyebaran gerakan lesbi, gay, biseks, dan transgender (KPAI).
Ketua KPAI Susanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengaku konten buku tersebut diduga kuat mengandung unsur penyebaran gerakan LGBT.
"Buku yang dilaporkan diduga kuat mengandung unsur LGBT atau atau secara berani mengampanyekan LGBT," kata Susanto kepada awak media, Kamis (28/12).
Dia menuturkan dalam buku yang berjudul 'Balita Langsung Lancar Membaca' dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang ditulis oleh Intan Noviana dan diterbitkan oleh Pustaka Widyatama, terdapat kalimat seperti "Opa bisa jadi waria, Fafa merasa dia wanita, Ada waria suka wanita."
Terkait hal itu, KPAI akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil penerbit dan meminta keterangan dari mereka.
"KPAI akan memanggil penerbit Pustaka Widyatama selaku penerbit buku," ucap Susanto. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Baru Diluncurkan, Pimpinan Komisi X DPR Ajak Baca dan Kritisi 'Buku Sejarah Indonesia'
Marchella FP Luncurkan Buku 'Maaf Aku Lahir Ke Bumi', Bab Baru Semesta NKCTHI
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, KPAI Sebut Longgarnya Pengawasan Keamanan Sekolah
KPAI Tuntut Usut Tuntas Kematian Siswa Pahoa, Jangan Sampai Korban Dicap Stigma Negatif
Tak Ada Toleransi, Polri Kembangkan Sistem Deteksi Dini LGBT untuk Seleksi Calon Polisi