Puluhan Ribu Driver Gojek Apresiasi Kebijakan Kenaikan Tarif Kemenhub

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 30 September 2022
Puluhan Ribu Driver Gojek Apresiasi Kebijakan Kenaikan Tarif Kemenhub

Ilustrasi: Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat melintas di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6/2020) (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Perhubungan akhirnya memenuhi tuntutan driver ojek online (ojol). Para driver mengajak Kemenhub untuk mendengarkan aspirasi dari mitra aktif ojek online dan bisa mengkaji ulang kebijakan terkait komisi dan biaya penunjang, pasca-kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Lebih dari 65 ribu mitra Gojek yang tergabung dalam 1.660 komunitas di berbagai penjuru nusantara mengapresiasi kebijakan Kemenhub yang menaikkan tarif di tiga zona.

Apresiasi disampaikan mitra lewat surat kepada Kemenhub melalui Tonny Agus Setiono, Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga:

Pergantian CEO Dinilai Tidak Akan Berdampak Besar Bagi Gojek

Menurut mitra Gojek, dalam beberapa surat, kenaikan tarif roda dua bisa menjawab keresahan mereka akibat kenaikan biaya operasional dan biaya kebutuhan pokok.

"Dengan surat ini kami ingin menyampaikan terima kasih kami terhadap kebijakan penyesuaian tarif ojek online di tengah kenaikan BBM, hal itu cukup membantu komunitas Segoroland," ujar komunitas Segoroland asal Surabaya pada Jumat (30/9), dikutip Antara.

Apresiasi yang sama disampaikan Brigade Auto Online Bandung (BAONG) dan Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR) dari Bandung, Jawa Barat, yang menaungi ribuan pengemudi.

Mereka menyatakan terima kasih atas adanya kenaikan tarif roda dua dan juga kenaikan tarif layanan lainnya. Kenaikan dipandang sangat membantu dampak kenaikan BBM.

Tidak hanya menyampaikan apresiasi, puluhan ribu mitra Gojek ini juga menceritakan pengalaman mereka mencari nafkah sebagai pengemudi Gojek.

Baca Juga:

Cerita CEO GoTo Jatuh Bangun Tokopedia dan Gojek Hingga Melantai di Bursa

Seperti yang dituturkan oleh anggota komunitas POOPRI dari Palembang yang telah menjadi mitra driver Gojek sejak tahun 2015, bahwa penghasilannya sebagai mitra Gojek membuat anaknya bisa berkuliah hingga meraih gelar sarjana.

Hal senada juga disampaikan oleh komunitas KKDOP, bahkan menutup surat dengan kekhawatiran dan kegusarannya akan tidak dapat bekerja jika tidak ada Gojek.

Bertahun-tahun menjadi mitra driver Gojek rupanya anggota komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia ini telah mengetahui dan merasakan langsung berbagai manfaat dari komisi atau biaya jasa aplikasi yang diberlakukan Gojek selama ini.

Oleh karena itu, mereka tak ingin besaran komisi yang berlaku saat ini, berubah komposisinya, karena akan berdampak kepada manfaat-manfaat tadi juga.

Seperti yang disampaikan oleh komunitas Koordinasi Gianyar-Klungkung, Bali bahwa mereka tak ingin pengurangan komisi akan menghambat operasional Gojek yang bisa berujung pada penutupan Gojek.

Lebih lanjut, komunitas ini juga mempertanyakan keberadaan kelompok yang menyebut dirinya sebagai "asosiasi" dan kerap diajak diskusi oleh pemerintah. Padahal "asosiasi" tersebut tidak mewakili keberadaan sebagian besar mitra driver aktif Gojek.

Para mitra-mitra yang menyampaikan surat tersebut merupakan mitra yang sudah memanfaatkan aplikasi Gojek untuk mencari pendapatan sejak 2015. Dalam suratnya mereka juga menyampaikan manfaat dari keberadaan Gojek dan program-programnya untuk mitra. (*)

Baca Juga:

Klaim Hasan Bangun Bisnis Model Ojek Online di 2008 Sehingga Gugat Gojek Rp 24 Triliun

#GoJek #Ojek Online #Kemenhub
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo
Sekitar 20 menit pasca-kelahiran, bayi gajah tersebut sudah menunjukkan refleks serta kekuatan fisik yang baik dengan mampu berdiri tegak dan menopang tubuhnya secara mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo
Indonesia
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Ada 622 orang personel tim SAR gabungan yang dikerahkan mencari para korban Kapal Virgo Transport 8.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Indonesia
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
Dakwaan KPK mengungkap dugaan commitment fee 5 persen dalam proyek perlintasan sebidang Jawa dan Sumatera senilai Rp 20,7 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Kemenhub belum membuka sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, termasuk 409 domestik.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Indonesia
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Mayoritas armada asing yang masuk merupakan helikopter karena memiliki kemampuan efektif dalam mendukung pemadaman api dari udara di lokasi terdampak.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Indonesia
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan Kalimantan: Cek Update Bandara Terdampak dan Hak Penumpang
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan memicu penundaan dan pembatalan penerbangan di sejumlah bandara seperti Singkawang dan Pangkalan Bun. Cek status terkini, jadwal penerbangan terdampak, serta panduan refund dan reschedule tiket gratis di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan Kalimantan: Cek Update Bandara Terdampak dan Hak Penumpang
Berita Foto
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Sejumlah pengemudi Ojek online (Ojol) melintasi Jalan Jenderal Gatot Subroto di Kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
Perpres Ojek Online Ditargetkan Rampung Awal September, Atur Tarif Ojol
Indonesia
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Regulasi layanan pengantaran barang dan makanan jangan sampai justru menambah beban para mitra ojol.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Aturan Pangantaran Barang yang Disusun Komdigi Harus Sejahterakan Driver Ojol
Bagikan