Puluhan Anak di Jateng Putus Sekolah karena Terjerat Kasus Hukum

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 24 Juli 2021
Puluhan Anak di Jateng Putus Sekolah karena Terjerat Kasus Hukum

Anak Berhadapan Hukum binaan Bapas Klaten, Jawa Tengah, Jumat (23/7). (MP/Bapas Klaten)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jawa Tengah mencatat sebanyak 65 anak putus sekolah saat menjalani proses hukum. Data tersebut tercatat dari Januari sampai Juni 2021.

Kepala Bapas Klas II Klaten, Eko Bekti mengatakan, Bapas Klaten saat ini pihaknya menangani empat klien anak putus sekolah atau atau Anak berkonflik dengan Hukum (AKH). Keempat anak itu berasal dari Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Baca Juga

Ketua DPR Sebut Anak-Anak Kelompok Rentan Terinfeksi COVID-19

"Hak pendidikan anak tidak boleh terputus karena status pidana," ujar Eko, Sabtu (24/7)

Dikatakannya, pendidikan adalah hak yang penting dan mendasar bagi setiap orang. Hal itu mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 Ayat 1. Dimana setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

"Sesuai Pasal 3 UU SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak) anak yang terlibat dalam masalah pidana juga diberikan hak-hak khusus, salah satunya yaitu hak untuk tetap memperoleh pendidikan," katanya.

Anak Berhadapan Hukum binaan Bapas Klaten, Jawa Tengah menerima bantuan dari LSM Kapas, (MP/Bapas Klaten)

Data Bapas Jawa Tengah sepanjang tahun ini, kata dia, sebanyak 65 anak putus sekolah karena terjerat masalah hukum. Penyebab utama anak putus sekolah, yaitu selama proses hukum berlangsung 49,4 persen anak dikeluarkan dari sekolah secara sepihak; 6,3 persen anak diminta untuk mengundurkan diri dari pihak sekolah, dan 44,3 persen anak mengundurkan diri karena keinginan pribadi.

"Yang kami terima.mereka seharusnya tetap mendapatkan hak pendidikannya, tetapi dikeluarkan atau diminta mengundurkan karena sedang menjalani proses hukum," kata dia.

Ia mengatakan alasan yang kerap muncul dari pihak sekolah adalah menghindari stigma masyarakat terhadap nama baik sekolah. Padahal, mereka terjerat masalah hukum karena akibat salah pergaulan.

"Dibutuhkan penanganan anak yang bersifat lebih humanis. Stigma yang dilekatkan masyarakat termasuk sekolah terhadap mereka kian memperburuk psikis mereka," tutur dia.

Juru bicara LSM Khusus Anak Sahabat Kapas Ajeng Solo, menambahkan jaminan keberlanjutan dan kemudahan akses pendidikan bagi AKH akan sangat berarti bagi masa depan anak. Melalui pendidikan, mereka akan mampu meningkatan kepercayaan dirinya dan kualitas hidupnya.

"Karena apapun status hukum anak, mereka memiliki hak yang sama atas pendidikan dan setiap anak berhak atas kesempatan kedua. Selamat Hari Anak Nasional," pungkas Ajeng. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Peringati Hari Anak Nasonal, Ancol Gelar Vaksinasi Khusus Anak

#Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) #Hari Anak Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Berbagai tantangan masih dihadapi anak-anak Indonesia, mulai dari stunting, putus sekolah, kekerasan, perkawinan usia dini, eksploitasi, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, Ketua DPR Tegaskan Anak Harus Terbebas dari Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
KPK memanfaatkan Hari Anak Nasional 2026 untuk memperluas pendidikan antikorupsi melalui berbagai kegiatan interaktif bersama KemenPPPA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Hari Anak Nasional 2026, KPK Tanamkan Nilai Antikorupsi kepada Generasi Muda Lewat Edukasi Interaktif
Indonesia
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Transjakarta menggelar Merakids 2026 dalam rangka Hari Anak Nasional. Sebanyak 80 anak mengikuti kegiatan edukasi transportasi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Transjakarta Gelar Merakids 2026, Ajak Anak Belajar Transportasi Publik di Hari Anak Nasional
Indonesia
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Ancol menghadirkan program Kids Free Ticket untuk Hari Anak Nasional 2026. Anak hingga usia 12 tahun bisa mendapatkan tiket gratis rekreasi pada periode 23-26 Juli.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Momen Hari Anak Nasional 2026, Ancol Gratiskan Tiket Dufan hingga Sea World untuk Anak
Indonesia
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Masalah ini, juga masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Ubah Aturan, Kemendikdasmen Perbolehkan Anak di Bawah 7 Tahun Masuk SD
Indonesia
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
ICW mengkritik putusan PN Jakarta Pusat yang menolak gugatan citizen lawsuit pendidikan dasar gratis di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
ICW Kritik Putusan PN Jakpus Tolak Gugatan Pendidikan Gratis, Soroti Potensi 76 Ribu Anak Tak Tertampung
ShowBiz
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Karakter film Jumbo hadir di Playlist Anak Spotify dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 Juli 2025
Karakter Film 'Jumbo' Hadirkan Warna Baru di Playlist Anak Spotify
Indonesia
Legislator Temukan Kejanggalan di Proses SPMB, Minta Sistem Dibongkar Habis
Segera evaluasi dan perbaiki kekurangan yang masih ada dalam proses SPMB
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Juni 2025
Legislator Temukan Kejanggalan di Proses SPMB, Minta Sistem Dibongkar Habis
Indonesia
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
PPDB harus transparan, termasuk agar pendaftar dapat memeriksa setiap aspek
Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Juni 2025
Transparansi PPDB Mendesak! DPR Soroti Kecurigaan Masyarakat dan Minta Akses Penuh Data Pendaftar
Bagikan