Pulang dari Jakarta, Warga Solo Ogah Karantina dan Marahi Anggota TNI dan Polri

Eddy FloEddy Flo - Senin, 06 April 2020
 Pulang dari Jakarta, Warga Solo Ogah Karantina dan Marahi Anggota TNI dan Polri

Seorang pemudik dari Jakarta menolak didata untuk karantina dan memarahi petugas dan anggota TNI dan Polri. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Seorang pemudik berinisial M, (50) dari Jakarta yang berdomisili di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah marah-marah terhadap anggota TNI Kodim 035 Surakarta dan Polresta Surakarta saat dilakukan pendataan untuk dikarantina mandiri.

Padahal sesuai prosedur, orang yang baru datang dari zona merah COVID-19 harus melakukan karantina mandiri.

Baca Juga:

PSI Usul Pemerintah Terbitkan Perppu untuk Libatkan Swasta Dalam Penanganan COVID-19

Tidak hanya itu, pemudik berstatus ibu rumah tangga itu juga menantang Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk datang ke rumah jika sampai berani melakukan pendataan untuk dikarantina. Peristiwa tersebut dibenarkan Lurah Sondakan, Prasetyo Utomo, yang ikut menyayangkan sikap arogan warganya tersebut.

Pemudik dari Jakarta tiba di Solo dan menolak untuk didata lakukan karantina mandiri
Pemudik dari Jakarta di Solo menolak didata untuk lakukan karantina mandiri (MP/Ismail)

"Pemudik itu (M) tiba dari Jakarta menuju Solo pada tanggal 28 Maret 2020. Petugas yang mendapatkan informasi dari warga setempat melakukan pendataan pada 30 Maret 2020," ujar Prasetyo, Minggu (5/4).

Prasetyo mengatan sesuai prosedur aturan Wali Kota Solo setiap pemudik datang dari zona merah harus pandemi Covid-19 didata dan langsung ditetapkan orang dalam pengawasan (ODP). Setelah itu diharuskan menjalani karantina mandiri di rumah atau di lokasi yang telah disiapkan Pemkot Solo.

"Masalah tersebut sempat membuat Wali Kota Solo ikut emosi setelah melihat video ibu rumah tangga itu. Persoalan ini sudah diselesaikan. Ibu tersebut telah bersedia didata dan menyatakan sanggup melakukan karantina mandiri selama 14 hari," kata dia.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyayangkan hal tersebut terjadi. Sebab Pemkot Solo berkomitmen penuh untuk memutus mata rantai COVID-19. Ia pun bisa memahami niat baik Pemkot Solo justru dpahami negatif oleh warga.

"Jangan mentang-mentang gitu. Suaminya sudah saya telepon, tadi sudah saya suruh minta maaf ke petugas TNI dan Polri," kata dia.

Baca Juga:

Solo KLB Corona, 40.000 Warga Miskin Dapat Bantuan Sembako

Rudy meminta siapapun yang baru datang dari luar kota bersikap kooperatif, terutama yang datang dari zona merah Covid-19. Selain itu, warga yang masuk status ODP dan harus tertib jalani karantina mandiri selama 14 hari.

"Harus patuh jangan ngeyel. Kalau bandel keluar rumah langsung diambil paksa petugas untuk dibawa ke rumah karantina milik Pemkot Solo," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Larangan Mudik Dianggap Paling Efektif Cegah Meluasnya COVID-19

#Virus Corona #Mudik Lebaran #Wali Kota Solo #FX Hadi Rudyatmo
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Pemkot Solo menggandeng Kejagung untuk merevitalisasi Sriwedari. Anggarannya ditaksir mencapai Rp 200 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Berita
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Program Mudik Bareng Diton 2026 sukses memberangkatkan pemudik gratis dari Cikarang ke Surabaya dan Yogyakarta. Kuota meningkat karena antusiasme tinggi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Bantu Pemudik Pulang Kampung, Diton Sukses Gelar Mudik Gratis 2026
Indonesia
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
KAI ungkap perjalanan kereta api selama Lebaran 2026 lebih ramah lingkungan. Emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
KAI Ungkap Dampak Positif Mudik Lebaran 2026, Emisi Lebih Rendah dari Kendaraan Pribadi
Indonesia
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Korlantas Polri optimalkan Operasi Ketupat 2026 dengan teknologi real-time dan pendekatan humanis.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Korlantas Maksimalkan Teknologi Digital, Operasi Ketupat 2026 Lebih Terkendali
Indonesia
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan surat teguran tersebut diterimanya belum lama ini.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Kementerian LH Tegur Pemkot Solo Terkait Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah
Indonesia
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
DPR RI menyoroti dugaan mobil dinas dipakai untuk mudik. KPK minta evaluasi, DPR dorong sanksi tegas bagi pelanggaran aturan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
KPK Temukan Dugaan Mobil Dinas Dipakai Mudik, DPR Desak Penindakan
Indonesia
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Korlantas Polri mencatat masih 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta per Kamis (26/3) malam.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
42% Pemudik Belum Kembali, Mulai Bergerak Serbu Jakarta di Puncak Arus Balik Gelombang Dua
Indonesia
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Mendiang Iptu Nur Alim sempat pingsan sekitar pukul 11.40 WIB saat berada di sebuah warung makan di sela tugasnya.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Iptu Nur Alim Ambruk Saat Istirahat Makan, Sudah 2 Polisi Gugur Saat Kawal Mudik Lebaran
Indonesia
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Polri resmi mengakhir Operasi Ketupat 2026 seiring dengan berakhirnya fase puncak arus balik lebaran gelombang pertama tahun ini 23-24 Maret.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Masih Ada Puncak Arus Balik Gelombang 2, Kakorlantas Tutup Operasi Ketupat 2026
Indonesia
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
ementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi keselamatan atau rampcheck sebanyak 60.946 armada bus pada periode angkutan mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Kemenhub Sidak 60 Ribu Bus Mudik Lebaran, Hanya 63% Laik Jalan
Bagikan