Headline

Pujian dan Motivasi Mendag Enggartiasto Lukita untuk Kopi Bajawa

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 29 Oktober 2017
Pujian dan Motivasi Mendag Enggartiasto Lukita untuk Kopi Bajawa

Ilustrasi biji kopi yang akan diekspor (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pulau Flores memiliki dua wilayah penghasil kopi yang sudah menasional. Kopi Manggarai dan Kopi Bajawa. Keduanya kemudian lebih dikenal dengan nama bersama Kopi Flores.

Dari dua jenis kopi ini jika ditanyakan kepada Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mana yang lebih disukai, pilihannya jatuh kepada Kopi Bajawa.

"Sebenarnya Kopi Manggarai juga sama tapi kalau dibandingkan Kopi Bajawa lebih memiliki selera. Saya kebetulan penikmat kopi dan pada waktu di Trade Expo saya coba dua-duanya dan memang agak sedikit berbeda," kata Mendag Enggartisto Lukita.

Mendag Enggartiasto Lukita mengungkapkan hasil komoditas Kopi Bajawa yang diproduksi masyarakat Kabupaten Ngada, Pulau Flores memiliki peminat yang tinggi.

"Kopi Bajawa itu sekarang tinggi sekali peminatnya, sudah ada beberapa eksportir yang siap memasarkan itu karena memang peminatnya sampai ke luar negeri," katanya di Kupang, Sabtu (28/10) kemarin.

Menteri Enggartiasto Lukita mengatakan, Kopi Bajawa merupakan salah satu komoditas provinsi NTT yang memiliki potensi ekspor yang baik yang bisa direalisasikan dukungan peningkatan produktivitasnya. Kementerian Perdagangan siap membantu mencarikan mitra ekspor.

"Memang ada beberapa eksportir yang mau namun bisa tidak daerah menjamin jumlah produksinya itu yang harus kita lihat duluh, selain itu kemasannya juga harus dibuat dengan baik," katanya.

Menurutnya, jika Kopi Bajawa bisa dikemas dengan baik maka tidak kalah dengan Kopi Toraja dan Kopi Gayo yang sudah lebih duluh dikenal konsumen hingga ke luar negeri.

Menteri Enggar mengakui, beberapa pelanggan potensial dari luar negeri sudah mencari Kopi Bajawa sehingga peluang pasar tersebut harus ditangkap dan dimanfaatkan dengan baik dari pusat hingga daerah.

Lebih lanjut, Enggartiasto Lukita sebagaimana dilansir Antara mengatakan pemasaran komoditas kopi juga sangat tergantung pada "branding" yang harus dikemas secara baik.

"Nanti kita mengatakan ini Kopi Bajawa atau Kopi Flores atau lainnya, yang pasti harus ada unsur keIndonesiaannya seperti Kopi Toraja dan Gayo," katanya.

Kadang-kadang muncul adanya ego-ego kedaerahan yang kuat dalam penamaan merek kopi yang justru berdampak merugikan aspek pemasarannya.

"Saya berharap di kampung-kampung di Bajawa yang memproduksi kopi itu sudah satu, jangan lagi nanti ada nama-nama baru dari desa. Branding dan pengemasannya kita bereskan dan nanti bisa dilakukan pendampingannya," katanya.

Menteri Enggartias Lukita meyakini pemasaran Kopi Bajawa akan segera meningkat karena sudah tercatat dalam Trade Expo sebelumnya sebagai komoditasi potensial yang unggul yang dapat didorong untuk ekspor.(*)

#Kopi Flores #Ekspor Kopi #Menteri Perdagangan #Enggartiasto Lukita
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Berita Foto
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Indonesia
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, harga bahan pokok masih stabil menjelang Lebaran 2026.
Soffi Amira - Senin, 16 Maret 2026
Pantau Pasar Rawasari, Mendag Budi Santoso Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Kementerian Perdagangan turun langsung ke pasar-pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok menjelang Idul Fitri 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Maret 2026
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Jelang Lebaran 2026, Mendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Jakarta Aman
Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga dan pasokan bahan pokok di Jakarta masih stabil menjelang Lebaran 2026 setelah meninjau Pasar Kramat Jati.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Jelang Lebaran 2026, Mendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok di Jakarta Aman
Indonesia
Menteri Perdagangan Tegaskan Minyak Goreng Melimpah di Makassar, Warga Jangan Panik
Karena stok bahan pokok cukup dan harganya stabil, Mendag mengimbau masyarakat untuk berbelanja seperti biasa.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Menteri Perdagangan Tegaskan Minyak Goreng Melimpah di Makassar, Warga Jangan Panik
Indonesia
Mendag Tegaskan Harga Bahan Pokok Stabil dan Pasokan Terjaga Jelang Idul Fitri 2026
Kemendag secara intensif memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Mendag Tegaskan Harga Bahan Pokok Stabil dan Pasokan Terjaga Jelang Idul Fitri 2026
Bagikan